Selasa, 22/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Harga Semen Stabil, Harga Besi Naik

Kamis, 31/03/2011 09:00 WIB - Dwi Hastuti

SOLO—Seiring kekhawatiran para pengembang perumahan akan naiknya harga bahan bangunan, di Solo, harga komoditas bahan bangunan masih aman, belum ada kenaikan.
Seperti harga semen, meski permintaan semen tinggi, sejak tiga bulan terakhir, harga semen masih di angka Rp 42.000 per sak. Sementara itu, untuk harga besi setiap harinya hampir mengalami kenaikan sebesar Rp 1.000 per lonjor-nya.
Seperti diakui Adit (28), pegawai di Toko Bangunan Putra Bungsu di Jalan Setia Budi 56 Gilingan, Solo. Ia mengaku, saat ini harga semen di tokonya cenderung stabil. “Kalau untuk semen toko kami jualnya merek Gresik. Sudah lama harganya tidak naik dan tidak turun,” terang Adit saat ditemui Joglosemar di tokonya, Rabu (30/3).
Lanjutnya, meski permintaan semen itu senantiasa tinggi, namun karena diimbangi dengan distribusi yang lancar sehingga tidak pernah tersendat. “Karena kalau orang membangun itu, hampir 20 hingga 30 persennya adalah semen. Meski permintaan semen naik, harganya tetap terkontrol,” imbuh Adit.
Sementara itu, Solusi Rumah Manager Solo PT Holcim Indonesia, Ardi Hidayat mengatakan, untuk semen Holcim juga tidak mengalami kenaikan. Untuk harganya masih stabil dengan harga Rp 42.000 per sak. “Untuk harga semen masih stabil, dan kami juga belum memiliki rencana untuk menaikkan,” kata Ardi.
Sedangkan untuk harga besi cenderung mengalami kenaikan. Adit mengaku, sejak awal tahun kemarin harga besi mulai mengalami kenaikan. Untuk besi lonjoran yang ukuran diameter 8,5 milimeter (mm) sebelum kenaikan harganya Rp 34.000 per lonjor (12 meter -red). Kini, harganya menjadi Rp 36.000 per lonjor. Untuk yang ukuran diameter 13 mm, saat ini harganya Rp 80.000 per lonjor.
“Saat banyak orang membangun, banyak juga yang membutuhkan besi. Sehingga harga besi menjadi naik,” terang Adit.
Kenaikan harga besi ini juga berimbas terhadap kebutuhan material lain yang bahan dasarnya menggunakan besi, seperti paku, yang juga turut mengalami kenaikan harga. “Kalau untuk alasan kenaikan kami tidak tahu. Karena kami hanya diberitahu oleh pemasok kalau harga naik,” katanya.
Terpisah, Wijayadi (48), penjual besi di Toko Widha Tosan Jaya Gilingan Solo mengaku, harga besi masih terjangkau. Di tokonya untuk harga besi per kilogram (kg) Rp 8.500. Meski demikian, tak menyurutkan permintaan besi. Pelanggan pun masih terus berdatangan untuk mencari besi.
“Dari penjual itu inginnya harga stabil. Kalau naik turun itu bisa meresahkan. Bahkan tak hanya penjual namun pembeli juga resah,” terang Wijayadi. n Dwi Hastuti

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :