Selasa, 22/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Harga Pertamax Turun Lagi, Jadi Rp 8.700 Per Liter

Kamis, 16/06/2011 21:38 WIB - Dwi Hastuti

SOLO—Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi alias Pertamax kembali turun. Gejala turunnya Pertamax ini sudah terjadi sejak bulan Mei lalu. Turunnya harga Pertamax, memicu kerugian pengelola pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SBPU).
Pengawas SPBU Lor Beteng, Pasar Kliwon Moch Danang Romi Wijaya mengatakan, sejak Mei hingga sekarang, penurunan harga Pertamax sudah terjadi tiga kali. Pertama mengalami penurunan Rp 300 per liter, kemudian kembali turun Rp 350 per liter. Dan mulai hari ini (Jumat 17/6-red), turun lagi Rp 100 per liter. “Jadi harga Pertamax sekarang Rp 8.700 per liter,” terang Danang kepada Joglosemar, Kamis (16/6).
Dengan berturut-turut terkoreksinya harga Pertamax, keuntungan SPBU juga ikut menyusut. Sebab, Pertamax di SPBU merupakan Pertamax stok beberapa hari lalu. Dengan demikian harga beli dari Pertamina masih mengikuti harga lalu. “Kami sekali mengisi tangki sebanyak 8.000 liter, dengan harga saat belum mengalami penurunan. Ketika harga turun, stok Pertamax lama masih. Sehingga karena harga turun maka pihak SPBU harus mengikuti,” imbuhnya.
Meski turunnya harga menguntungkan konsumen, namun SPBU tetap saja mengalami kerugian. Diakuinya, pengelola SPBU sering mengalami situasi dilematis. Saat harga turun SPBU rugi, saat harga naik pun juga masih mengalami kerugian. Karena daya beli konsumen menjadi rendah. “Kalau kami tidak menyediakan Pertamax akan dikenai sanksi, namun kalau berjualan Pertamax juga rugi,” kata Danang.
Danang berharap, meski harga Pertamax fluktuatif, jika Pemerintah konsisten memberikan contoh kepada masyarakat untuk menggunakan Pertamax, maka langkah itu akan lebih baik. Karena selama ini, masih banyak mobil yang berpelat merah yang menggunakan premium.
Sementara itu, pemilik SPBU Balapan, Solo, Agung Nurmansyah juga mengatakan hal serupa. Penurunan harga Pertamax hingga di atas Rp 300, membuat SPBU rugi. “Karena dari SPBU itu tidak memiliki kewenangan apa-apa. Masalah harga berdasarkan dari Pertamina,” ujar Agung.
Dengan penurunan tersebut otomatis keuntungan berkurang, sedangkan biaya operasional SPBU tidak berkurang. “Kami masih menanggung gaji tenaga kerja,” pungkasnya.

Dwi Hastuti

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :