Senin, 13/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Harapan Hidup Penderita Jantung Koroner Makin Tinggi

Jumat, 03/09/2010 09:00 WIB - Ikrob Didik Irawan

Penyakit jantung koroner adalah penyakit mematikan yang sangat ditakuti banyak orang. Penyakit ini adalah penyebab kematian terbesar di berbagai penjuru dunia. Namun, kini dengan semakin berkembangnya teknologi di bidang kedokteran, kematian akibat penyakit jantung koroner telah bisa diminimalisasi. Sebab saat ini telah berkembang teknik-teknik terkini penanganan penyakit itu mulai dari teknik pembedahan atau tanpa pembedahan guna menangani penyumbatan yang terjadi di pembuluh darah koroner.
Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung, yakni pembuluh darah koroner. Lambat laun sumbatan itu akan menjadi semakin besar sehingga pembuluh darah akan menjadi semakin sempit. Akibatnya, otot jantung di daerah yang disuplai darah oleh pembuluh darah tersebut akan mengalami kekurangan aliran darah.
Menurut dr Alvin Ng Chee Keong, ahli jantung dari Rumah Sakit Raffles Hospital Singapura, jika sumbatan menjadi total maka orang yang bersangkutan akan terkena serangan jantung (heart attack) yang bisa berakibat kematian mendadak. “Gejala umum dari sumbatan pembuluh darah koroner adalah adanya rasa nyeri di dada,” jelasnya, dalam seminar Penanganan Terkini pada Penyakit Jantung Koroner beberapa waktu lalu di Diamond Restaurant.
Nyeri dada ini, lanjutnya, dapat disertai dengan penjalaran ke tangan bagian kiri ataupun leher. Nyeri akan dirasakan hilang timbul selama kurang lebih lima menit, akan tetapi bila gejala semakin memberat maka nyeri dada akan berlangsung terus menerus kurang lebih 20 menit.
Menurut Alvin, rasa nyeri di dada tersebut disebut dengan angina pektoris. “Angina pektoris atau nyeri dada karena jantung koroner biasanya dirasakan seperti ditimpa beban berat atau seperti terikat dadanya. Posisi sakit dirasakan di dada bagian tengah atau kiri dan kadang menjalar ke leher atau ke lengan kiri bagian dalam,” terangnya, dalam seminar yang digelar oleh Perhimpunan Masyarakat Surakarta (PMS) ini.
Namun demikian, gejala nyeri dada juga belum tentu merupakan penyakit jantung, sehingga pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikannya. Keluhan nyeri dada sering kali disertai dengan keluhan lainnya seperti keringat dingin, mual muntah, lemas, berdebar-debar, dan kadang disertai dengan pingsan.
Menurut Alvin, apabila aliran darah ke jantung terhenti sama sekali, maka sel-sel akan mengalami perubahan yang permanen. Perubahan ini berlangsung hanya dalam beberapa jam saja dan bagian otot jantung mengalami kerusakan disebut infark. “Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan sakit dada sama sekali (silent ischemia). Sehingga perlu lebih diwaspadai,” paparnya.
Teknik Terkini
Lebih lanjut Alvin menjelaskan, dengan semakin canggihnya teknologi di bidang kedokteran saat ini, telah ditemukan berbagai macam teknik terkini untuk melakukan penanganan terhadap penderita penyakit jantung koroner. Beberapa di antaranya adalah angioplasty, bypass jantung, enhanced external counter pulsation (EECP), hingga drug eluting stent (DES). Tindakan angioplasty atau juga dikenal dengan balonisasi, lanjutnya, adalah tindakan yang bertujuan untuk melebarkan penyempitan pembuluh koroner menggunakan kateter khusus yang ujungnya mempunyai balon. Caranya, balon dimasukkan dan dikembangkan tepat di tempat penyempitan pembuluh darah jantung. Sehingga penyempitan yang terjadi menjadi terbuka.
Untuk menyempurnakan hasil peniupan ini, terkadang masih diperlukan tindakan lain yang dilakukan dalam waktu yang sama. Seperti pemasangan ring atau cincin penyanggah (stent), pengeboran kerak di dalam pembuluh darah, atau pengerokan kerak pembuluh darah. Sementara teknik bypass jantung, Alvin menjelaskan, adalah tindakan operasi yang dilakukan untuk membuat saluran baru melewati bagian arteri koroner yang mengalami penyempitan atau penyumbatan. “Tujuannya agar kekurangan pasokan darah dan oksigen ke bagian ujung dari penyempitan dapat diatasi. Saluran baru yang dipasang dapat diambil dari pembuluh darah balik di tungkai bawah,” jelasnya lagi.
Sedangkan EECP atau dalam bahasa awam sering menyebutnya dengan pompa jantung, merupakan pilihan terapi di samping terapi dengan angioplasty ataupun operasi bypass. Prinsip pengobatan EECP adalah pembentukan bypass alamiah pada pembuluh darah jantung. Sehingga area jantung yang pembuluh darahnya tersumbat dapat memperoleh kembali pembuluh darah baru sebagai kolateral dari pembuluh darah koroner utama.
Sementara teknik DES, Alvin menerangkan, adalah suatu prosedur intervensi ke jantung dengan pemasangan stent berbalut obat. “Hanya perlu satu hari perawatan, tanpa bius total, tidak menimbulkan rasa sakit, serta tidak memiliki efek samping merupakan keunggulan teknologi ini. Penggunaan DES dapat digunakan pada segala jenis kondisi klinis seperti penderita diabetes, infark jantung akut, penderita buntu total pembuluh koroner,” tuturnya. (Ikrob Didik Irawan)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :