Selasa, 22/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Gula Impor Tidak Diminati

Senin, 22/03/2010 09:00 WIB - nie

SOLO—Gula pasir impor sudah mulai masuk ke pasar-pasar tradisional Solo. Namun sayangnya gula ini kurang diminati pembeli sekalipun harga yang ditawarkan lebih murah dibanding gula lokal.
Hari Sutarti, salah satu pedagang sembako di Pasar Legi, menuturkan gula pasir impor yang sudah mulai masuk pada awal bulan Maret ini dijual dengan harga Rp 10.000 per kilogram (kg). Harga ini lebih murah Rp 500 dibanding gula lokal yang rata-rata dijual Rp 10.500 kg.
Namun meskipun harganya lebih murah, rupanya gula impor ini kurang diminati pembeli. Hal ini disebabkan rasa gula impor yang dinilai kurang manis dibanding gula lokal.
“Warnanya memang lebih putih dan bersih, tapi kata orang-orang rasanya kurang manis dibanding gula lokal. Jadinya pembeli tetap pilih yang lokal meskipun harganya lebih mahal. Penjualannya lebih kencang yang lokal dari pada yang impor,” ujarnya kepada Joglosemar, Minggu (21/3).
Hal senada juga meluncur dari bibir Edi Sarwoko. Pria yang sudah puluhan tahun berjualan di Pasar Legi ini bahkan mengaku kapok menjual gula impor.
“Gula impor itu nggak ada pembelinya. Lha wong orang kalau beli gula yang dicari kan rasa manisnya, kalau nggak manis orang ya nggak mau beli. Makanya saya nggak mau ambil gula impor lagi, bisa-bisa malah rugi,” tuturnya.
Beras Turun
Tetapi meskipun kurang diminati pembeli, kehadiran gula impor ini cukup membantu mengendalikan harga gula lokal. Menurut Hadi Sutarti, dengan adanya gula impor ini cukup membantu menekan harga gula lokal sehingga tetap bertahan diangka Rp 10.500 kg.
“Andaikan gula impor nggak masuk mungkin harga gula lokal bisa melambung lagi. Makanya walaupun tidak terlalu laris tapi cukup membantu juga, terutama bagi para pembeli,” imbuhnya.
Jika harga gula pasir lokal stagnan di harga Rp 10.500 per kg, maka harga beras mulai berangsur turun. Turunnya harga beras ini sudah terjadi sejak dua minggu terakhir.
Beras C4 biasa yang sempat mencapai Rp 6.500 kini turun menjadi Rp 5.500 sampai Rp 6.000 per kg. Beras C4 super dari yang sebelumnya Rp 7.000 turun harga menjadi Rp 6.500. Demikian pula dengan beras mentik dari semula Rp 6.500 menjadi Rp 6.000 per kg. (nie)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :