Meski sudah cukup sering tampil di berbagai event, namun duo Endah N Rhesa mengaku gugup ketika manggung di acara Pentas Seni (Pensi) SMAN 3 di Taman Balekambang, Minggu (11/12) sore.
“Sebenarnya di manapun kami manggung pasti tetap ada rasa nervous, terlebih di Solo baru kali ini,” ungkap Rhesa kepada Joglosemar.
Untuk mengatasinya, pasangan suami istri ini melakukan ritual pemanasan dan berdoa sebelum naik pentas. Bagi Endah, Solo bukan kota yang asing, mengingat wanita berambut panjang ini tiap satu tahun selalu menyambangi Kota Bengawan. “Nenek, ayah, dan ibuku tinggal di Kartosuro. Jadi kalau untuk ke Solo tiap tahun, tapi memang kalau manggung baru kali ini,” paparnya.
Sore itu, pasangan eksentrik ini membawakan lagu-lagu andalan dari album pertama dan kedua mereka seperti I Don’t Remember, Kou Kou The Fisherman, When You Love Someone, Single Twin Bee, dan Wish You Were Here.
Tidak seperti kebanyakan musisi yang pernah manggung di Solo, Rhesa N Endah sama sekali tidak mengeluhkan mengenai kurangnya gereget publik Solo di setiap pertunjukan. “Kami nggak punya trik khusus, namun kami menghargainya sebagai sebuah culture daerah. kami telah banyak mengalaminya ketika manggung di suatu daerah ada yang memberikan aplaus ketika acara usai, namun adapula yang keseringan sehingga justru mengganggu,” papar Endah sambil tersenyum.
Rhesa menimpali, seminggu sebelum mereka perform, publik Solo antusias memberikan apresiasi. “Sebelum tampil di sini kami tampil di Manado. Dan ketika kami di sana tweet dari Solo sudah banyak yang masuk dan nanyain kapan manggung di Solo. Itu luar biasa bagi kami,” ungkap Rhesa.
Rani Setianingrum
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




