KLATEN—Pisahnya Partai Golkar Klaten dengan Sunarna mengakibatkan partai berlambang pohon beringin itu terancam pecah. Pasalnya, masih banyak kader Golkar yang telanjur memegang nama Sunarna sebagai calon Bupati oleh Golkar.
Kondisi itu jika tidak disikapi akan merugikan Golkar jika Sunarna mencalonkan diri lewat parpol lain. Karena itu, DPD Partai Golkar Klaten telah membuat kebijakan untuk mengawal keputusan partai.
“Sosialisasi Golkar di tingkat grassroot sudah telanjur mengusung Sunarna. Kami harus mengklarifikasinya karena hak istimewa beliau (sebagai satu-satunya Cabup-red) sudah dicabut,” terangnya.
Anang mengatakan, keputusan partai untuk mencabut dukungan buat Sunarna harus dikawal seluruh kader. Jika ada kader yang kedapatan mendukung calon lain yang berseberangan dengan Golkar, menurut Anang, akan dijatuhi sanksi tegas.
“Bagi kader yang duduk di anggota dewan dapat di PAW (Pengganti Antarwaktu-red) dan bahkan dipecat!” tegasnya, mengutip aturan Golkar nomor 10 tahun 2005 tentang Disiplin Organisasi, Rabu (18/3).
Sehingga menurut mekanisme kepartaian, seluruh kader wajib mendukung siapa pun yang disahkan sebagai calon bupati-wakil bupati oleh Golkar. Menanggapi peraturan itu, salah satu kader internal Golkar Klaten, Sunarto menyikapinya secara serius.
Menurut anggota Komisi II DPRD Klaten itu, aturan partai wajib dipatuhi oleh kadernya sebagai wujud disiplin organisasi. Terkait dengan siapa pun yang bakal dicalonkan oleh Golkar, dia menyatakan sudah sewajarnya setiap kader mengamankan dan mendukungnya. “Ini bentuk loyalitas kader terhadap Golkar,” kata dia, Kamis (18/3).
Hingga kini, Golkar Klaten tengah menyiapkan pendaftaran bagi kader internal, eksternal dan masyarakat umum sebagai calon kepala daerah dalam Pilkada Klaten 2010. Dengan dicabutnya hak istimewa Sunarna, semua orang akan punya kesempatan sama untuk diusung Golkar sebagai calon dalam Pilkada.
Menurut Anang, masyarakat menyambut baik proses demokrasi di tubuh Golkar. Usai pernyataan Golkar untuk tidak lagi mengusung Sunarna sebagai satu-satunya calon bupati, oleh Golkar, telah membanjir nama-nama baru yang siap maju melalui Golkar. (lim)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




