SINGAPURA (Joglosemar): Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dengan tegas menolak upaya pelengseran Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono melalui penggunaan Hak Angket skandal Bank Century. Sebagai simbol negara, Presiden dan Wakil Presiden harus diselamatkan.
”Apa pun. Pak SBY dan Boediono keduanya itu simbol negara, harus kita selamatkan,” kata Ical seusai menerima penghargaan dari Federasi Insinyur se-Asean (AFEO), di Suntec Convention Center Singapura, Rabu (2/12) malam.
Menurut mantan Menko Kesra ini, Pansus Angket skandal Bank Century (kini Bank Mutiara) harus mampu mengungkap siapa saja yang bersalah dan harus dihukum sesuai aturan main yang ada. Sebaliknya, Pansus harus membuka dan menyampaikan ke publik tokoh-tokoh yang selama ini dicurigai dan ternyata tidak terbukti.
”Pansus harus bisa membuktikan apakah memang nama-nama yang dicurigai tidak terlibat dan tidak bersalah. Ini semua biar jelas,” papar Ical.
Ical meminta publik bersabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada Pansus untuk proses pengusutan kasus ini. Diharapkan, DPR juga bekerja cepat dan keras agar kasus ini segera selesai karena keputusan dan hasilnya ditunggu rakyat.
”Mari kita beri kesempatan kepada pansus untuk bekerja. Tetapi, kita Pansus juga harus bekerja cepat, karena hasilnya ditunggu rakyat,” pungkasnya.
Turun
Terpisah, mantan Ketua MPR Amien Rais mendesak agar Wapres Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani turun dari jabatannya terkait kasus Bank Century. Jika tidak, mereka akan menjadi beban Presiden SBY.
”Dari kasus ini, ada dua pejabat yang terlibat yakni Pak Boediono dan Bu Sri Mulyani. Sebaiknya mereka berdua turun dulu. Kalau sudah, tinggal dilacak ke mana,” kata Amien usai menghadiri rapat pemilihan anggota PAN yang akan menjadi anggota Pansus Angket Century di ruang Fraksi PAN, Gedung Nusantara I lantai 20, Senayan, Kamis (3/12).
Menurut dia, jika Boediono dan Sri Mulyani tidak mundur maka akan menyebabkan protes masyarakat makin kencang. ”Kalau mundur, beban akan hilang. Kalau dipertahankan reaksi masyarakat akan semakin memuncak, mahasiswa akan marah dan jadi kerugian untuk pemerintah juga,” ujar Amien. (dtc)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







