PASAR KLIWON—Walikota Surakarta, Joko Widodo beserta jajarannya melakukan lawatan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Surakarta, Kamis (11/3). Pertemuan itu sendiri sempat berlangsung tertutup, karena membahas beberapa hal yang dianggap sensitif.
“Awalnya kami melakukan pertemuan secara tertutup. Tetapi di tengah-tengah (pertemuan), kami menggunakan sistem terbuka. Ya karena ada beberapa hal yang bersifat sensitif. Sebenarnya hanya sebatas lawatan biasa, satu rangkaian dengan kegiatan-kegiatan yang lain. Tujuannya meminta masukan dari MUI, terkait dengan masalah umat di Surakarta,” ungkap Joko Widodo kepada wartawan, usai melakukan lawatan di MUI, Kamis (11/3).
Menurut dia, kegiatan itu tak serta merta membahas tentang keumatan, tetapi justru bidang lain. “MUI lebih menyoroti bidang pembangunan, drainase, city walk, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), dan kesehatan. Tetapi tak ada hal yang krusial dan mendesak, ini hanya masalah penataan kota,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua MUI Surakarta, Zainal Arifin Adnan menjelaskan, alasan kenapa pertemuan tersebut dilakukan lebih tertutup. “Sebenarnya tadi tidak tertutup. Tetapi ada hal-hal yang bersifat sensitif yakni masalah agama, jadi kami lebih menempuh jalan ini,” jelas Zainal Arifin Adnan.
Ditambahkan, beberapa hal sempat dibicarakan dengan walikota. “Sebenarnya kami tak hanya membicarakan masalah keumatan tetapi semua bidang. Kalau masalah keumatan, kami mengingatkan kepada Pemkot Surakarta terkait pembangunan Pusat Pemberdayaan Pembangunan Umat di Semanggi. Kami masih terkendala masalah dana, padahal itu juga masuk program Pemkot,” terangnya. (mur)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







