Jumat, 10/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Gesang Pantas Jadi Pahlawan

Senin, 06/09/2010 09:00 WIB - bns/nun

Lawatan para seniman dari negeri Sakura Jepang selama dua hari di Solo, Sabtu (4/9) dan Minggu (5/9) memunculkan kebanggaan yang luar biasa. Tergabung dalam Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ), 20-an seniman dan masyarakat negeri Matahari Terbit mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti Lojigandrung, Taman Gesang di Jurug, Museum Batik Wuryoningratan dan lain-lain.
Selain berlibur, kedatangan mereka juga dalam rangka ikut berperan aktif membumikan keberagaman seni dan budaya nusantara, terutama kecintaannya pada musik keroncong. Hari pertama kunjungan, rombongan langsung menapakkan kakinya di pendapa Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Solo.
Selain disambut acara dialog oleh orkes keroncong (OK) Swastika asal Solo, para seniman juga diajak beradu kebolehan berkesenian. Bahkan salah satu musisi Jepang, Yasunori Sugahara, fasih melantunkan lagu Bengawan Solo dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan Jepang.
Wujud Kecintaan
Kepala Seksi Pengembangan Seni TBJT Solo, ST Wiyono mengatakan, kunjungan para seniman dari Jepang merupakan forum silaturahmi. “Inilah wujud kecintaan warga asing akan kekayaan seni dan budaya bangsa kita. Ajang silaturahmi musisi lokal dengan negara luar mudah-mudahan dapat berlanjut,” kata Wiyono.
Pada hari kedua, Minggu (5/9), anggota PPIJ menggelar deklarasi terkait eksistensi musik keroncong di Taman Gesang, Jurug. Deklarasi itu sekaligus untuk memperingati 100 hari meninggalnya sang maestro keroncong, Gesang Martohartono. Yasunori Sugahara kembali beraksi dengan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dan Bengawan Solo.
Sekjen Perhimpunan Masyarakat HAKI Indonesia, Henry Soelistyo, yang hadir dalam kesempatan itu berharap Gesang mendapatkan gelar pahlawan dan dijadikan sebagai ikon perlindungan hak cipta hasil karya musik. “Gesang bukanlah musisi biasa, dedikasi dan rasa nasionalismenya harus dijadikan teladan bagi generasi penerus,” ujarnya.
Untuk langkah riilnya, ia bersama-sama dengan lembaga Collecting Management Organization Jepang (JASRAC) dan Penerbit Karya Musik Pertiwi (PMP), secara formal akan mengirimkan surat pada kementerian sosial. Dan rencananya surat tersebut akan ditulis dalam bahasa Jepang. “Surat tersebut merupakan dukungan. Karena persyaratan untuk menjadikan seorang pahlawan sudah lengkap semuanya. Gesang juga mendapatkan Bintang Budaya Paramadarma dan sebagai warga Surakarta teladan dua,” katanya. (bns/nun)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :