SRAGEN—Sebanyak tujuh rumah di Dusun Tugu dan Gabus, Desa Tangkil, terancam hanyut akibat kian meningkatnya gerusan arus Sungai Mungkung menyusul hujan deras yang melanda beberapa hari terakhir. Bahkan, tiga rumah warga di antaranya kini tinggal beberapa sentimeter dari bibir sungai.
Warga pun mengaku waswas lantaran sudah muncul rekahan tanah bantaran selebar 8 meter. Bahkan, dalam sepekan terakhir kawasan bantaran juga sudah digenangi banjir tiap kali hujan deras menguyur. Terakhir, banjir terjadi Kamis (18/3) dini hari yang sudah menyentuh kawasan permukiman.
“Bagaimana tidak cemas lha tadi malam hujan agak deras saja sungai langsung meluap dan ada tebing yang ambrol lagi. Kalau nanti malam hujan lagi, maka ada 7 rumah di deretan ini yang kemungkinan bisa hanyut,” ujar Hadi Sumarto, 71, warga RT 1/ RW I, Tangkil, ditemui Joglosemar.
Selain rumahnya, enam rumah itu adalah milik Mitro Disastro (67) dan Marinem (45) yang berada di Dusun Tugu. Kemudian yang berada di Dusun Gabus adalah rumah milik Senen (57), Ngatini (35) dan dua rumah lagi yang juga berada di bibir sungai. “Pekarangan saya 5 meter sudah hanyut. Kalau dibiarkan tanpa ada tindakan misalnya pembuatan talud atau bronjong, bisa-bisa rumah saya ikut hanyut,” ujar dia.
Tokoh masyarakat setempat, Totok mengatakan setiap hujan turun dan air mulai meluap warga bantaran sudah tak berani tidur di rumahnya, takut tempat tinggal mereka hanyut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Zubaidi mengatakan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) telah melakukan pengecekan di beberapa titik . Pengecekan itu dilakukan karena BBWSBS berencana memasang bronjong untuk penangkal tidak terjadi erosi. (yok)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




