Senin, 13/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Gempa Dahsyat Hancurkan China, 400 Orang Tewas

Kamis, 15/04/2010 09:00 WIB - ant/oke/ida

YUSHU—Sedikitnya 400 orang tewas dan ratusan lagi tertimbun puing setelah gempa dengan kekuatan 7,1 Skala Richter (SR) mengguncang Provinsi Qinghai, China barat-laut, Rabu (14/4) pagi.
Gempa juga mengakibatkan lebih dari 85 persen rumah di dekat pusat gempa, Kotapraja Jiegu, telah ambruk. “Banyak orang tertimbun rumah yang ambruk, dan masih ada banyak orang lagi yang cedera dan kini dirawat di beberapa rumah sakit setempat,” kata Zhuohuaxia, pejabat urusan penyiaran di Prefektur Otonomi Tibet.
Perwira di polisi militer,  Shi Huajie, mengatakan banyak murid sekolah dasar termasuk di antara yang tertimbun, tapi jumlah mereka tak diketahui. “Kami terutama harus mengandalkan tangan kami untuk membersihkan puing, karena kami tak memiliki mesin besar untuk melakukan penggalian,” katanya. “Kami juga tak memiliki peralatan medis.”

Gempa tersebut mengguncang Kabupaten Yushu di Prefektur Yushu pukul 07.49 waktu setempat atau pukul 06.49 WIB, dengan kedalaman sekitar 33 kilometer. Pusat Jaringan Gempa China melaporkan, pusat gempa diperkirakan berada di 33,1 lintang utara dan 96,7 bujur timur. Sedikitnya tiga gempa susulan telah dilaporkan sejauh ini, dan yang paling kuat tercatat 6,3 pada Skala Richter (SR) sekitar satu jam 36 menit kemudian.
Mengandalkan Sekop
Situs BBC Indonesia melansir, tampaknya sebagian korban jiwa jatuh di kawasan kota etnis Tibet di Qinghai, Yushu di Dataran Tinggi Tibet. Televisi China memperlihatkan bangunan yang porak-poranda dan puing-puing bangunan berserakan.
Pemandangan memprihatinkan tampak di Provinsi Qinghai, China. Usai diporak-porandakan gempa, militer polisi terpaksa mengandalkan sekop untuk menggali reruntuhan dan menyelamatkan korban.
Saat ini sebagian besar kondisi rumah warga telah rata dengan tanah. Berbagai siaran televisi setempat pun menyiarkan hal memperlihatkan.
Alat berat seperti ekskavator, tidak tersedia. Dengan terbatasnya peralatan tim penyelamat, dikhawatirkan akan memperlambat proses evakuasi. Sementara sebagian besar jalan-jalan menuju bandara terdekat mengalami rusak. Jika hal ini tidak diantisipasi dengan cepat, maka diperkirakan akan menghambat penyaluran bantuan yang masuk. “Saluran telepon mati, angin kencang, dan gempa susulan sering juga menghambat upaya penyelamatan,” kata Pemimpin Militer Lokal Wu Yong, seperti dikutip dari AP.
Pihak berwenang memerintahkan penolong dan bantuan dikirim ke Yushu, tapi kawasan itu berjarak ratusan kilometer dari Bandara terdekat. “Tentara telah dikirim untuk menolong orang-orang yang terkubur di rumah-rumah yang ambruk,” kata pejabat pemerintah daerah Huang Limin seperti dikutip oleh kantor berita resmi Cina, Xinhua.
Karsum Nyima dari stasiun televisi setempat, mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah CCTV, murid sekolah dikumpulkan di luar tempat bermain, meski masih utuh.
Menurut pejabat Survei Geologis Amerika Serikat (USGS),  gempa hari Rabu itu merupakan yang terkuat dalam radius 100 km daerah itu sejak 1976. Kawasan tersebut dihuni oleh etnis Mongolia dan Tibet. Menurut AFP, tempat tersebut juga memiliki tambang batu bara, timah, timbal dan tembaga. (ant/oke/ida)

 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :