SRAGEN—Kalangan pedagang bakso di wilayah Sragen memprotes masih maraknya temuan daging gelonggongan di wilayah Kabupaten Sragen. Lemahnya pengawasan dari pihak terkait dituding menjadi biang masih ditemukannya peredaran daging yang terindikasi gelonggongan.
“Jelas kami resah karena kenyataannya sampai sekarang daging gelonggongan masih banyak ditemukan di pasaran. Kami sebagai konsumen daging kan sangat dirugikan,” papar Suroto (42), salah satu perwakilan pedagang bakso saat memantau inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan tim Pengawasan dan Pemantauan Daging Pemkab Sragen di Pasar Bunder Senin (6/9) kemarin.
Suroto yang warga Bulakrejo, Blimbing, Sambirejo, Sragen itu tiba-tiba melontarkan kalimat bernada protes terhadap Tim Sidak yang dianggap tidak serius menangani persoalan daging gelonggongan. Sebab sepengetahuannya, daging gelonggongan masih banyak ditemukan di kios-kios penjualan daging di Pasar Bunder, Sragen.
Ia mengaku sering mendapati daging gelonggongan dari pasar induk terbesar di Bumi Sukowati itu. Hal itu terlihat setelah daging sapi yang dibelinya digantung dan menetekan air. “Saya sudah berulang kali memberitahukan kepada Disnakkan, tetapi jawabannya hanya nanti akan dicek terus. Mumpung ini ketemu, saya minta para pedagang daging itu ditertibkan, agar pedagang bakso seperti saya tidak dirugikan. Kalau harus beralih ke pedagang daging lainnya sulit, jika bisa pun harganya lebih mahal,” ujar Suroto kesal.
Sementara Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakan Sragen, Susiwi menyarankan kepada pedagang bakso agar berpindah ke pedagang lainnya yang kadar airnya sedikit. Dia menyatakan, setiap pekan tim Disnakkan melakukan pemeriksaan dan pengawasan daging, terutama daging sapi.
“Jadi jika ada keluhan dari masyarakat, seperti dari Pak Suroto ini selalu direspons petugas dengan terjun langsung ke pasar. Memang khusus menjelang lebaran ini, kami terjun bersama tim lain, yakni dari Dinas Perdagangan dan Perpajakan Daerah (DP2D), Satpol PP dan Dinas Kesehatan (Dinkes). Dengan adanya tim ini, jika terjadi kadar air di atas ambang batas daging sehat, ya akan kami sita,” tegas Susiwi yang disaksikan anggota tim lainnya. (yok)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







