SOLO—Setelah melalui proses yang cukup panjang akhirnya terpilihlah konsep arsitektur karya Han Awal sebagai pemenang dalam lomba rancang gadung baru Kantor Bank Indonesia (KBI) Solo. Pembangunan gedung beraliran neo modern ini diperkirakan membutuhkan dana hingga Rp 100 miliar.
Namun demikian menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Rochadi, angka ini belum pasti karena masih sebatas perkiraan. “Ini cuma ancer-ancer-nya saja, belum pasti. Karena apa yang sudah dirancang Pak Han ini mungkin saja terjadi perubahan,” tuturnya, Selasa (30/3).
Budi menuturkan pembangunan gedung baru KBI Solo sudah sangat mendesak dilakukan. Menurutnya gedung KBI Solo yang sekarang ini sudah melebihi kapasitas.
Indikasi ini jelas terlihat dari banyaknya jumlah bank. Jika di Solo ada 87 BPR dan 59 bank umum, maka di Jogja hanya ada sekitar 60 BPR dan 40-an bank umum. Semakin banyak jumlah bank yang ada di sebuah kota maka tingkat peredaran uang dan transaksinya pun semakin tinggi.
Han Awal, sang arsitek menuturkan rancangan yang dibuatnya ini ingin memonjolkan kesederhanaan dan kesahajaan. Tidak hanya mengedepankan unsur modernitas, tapi juga unsur budaya. (nie)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




