JEBRES—Kelurahan Kepatihan Wetan, Jebres, akan menggelar pesta rakyat bertajuk Babad Kepatihan, Senin (14/2) kali ini hingga Selasa (15/2). Pesta rakyat itu akan dimeriahkan dengan pameran gamelan keramat karya RMT Wreksodiningrat
Ketua II Pesta Rakyat Kepatihan Wetan, Bambang Suhendra, mengatakan pesta rakyat itu, untuk membangkitkan kesadaran dan kepedulian warga terhadap potensi lingkungan. ”Bahkan dengan pesta rakyat, potensi dan identitas kota solo, akan semakin tampak,” ujarnya, saat jumpa pers di Aula Kelurahan Kepatihan Wetan, Sabtu (12/2).
Menurutnya, pesta rakyat akan dimeriahkan dengan penabuhan gamelan keramat bernama Titi Laras, yang sudah puluhan tahun tidak dibunyikan. Gamelan itu, katanya, dikeramatkan warga Kepatihan Wetan. ”Sebelum dibunyikan nantinya gemelan tersebut akan di-jamas terlebih dahulu serta akan ditabuh untuk yang pertama kalinya,” katanya.
Gamelan keramata Titi Laras, diciptakan RMT Wreksodiningrat, seorang seniman serba bisa. Bahkan dalam pesta rakyat hari ini, hanya gamelan keramat itu yang akan menjadi musik saat dilakukan kirab budaya.
Bambang mengatakan, kirab akan diikuti warga yang tiap RT diwajibkan menyertakan 10 orang. Selain itu, peserta dari SMKI juga akan ikut memeriahkan kirab. ”Mereka akan meramaikan kirab Sudiro Seto, Liong dan Barongsai yang melibatkan masyarakat Kepatihan Wetan,” katanya.
Rute kirab perdana ini, dimulai dari depan Kejaksaan Negeri Surakarta yakni Jalan Kepatihan ke selatan menuju Jalan Suryo Pranoto. Setelah itu ke timur menuju Jalan Urip Sumoharjo. Selanjutnya ke utara sampai perempatan Mesen dan ke barat menuju Jalan Sangihe hingga depan SMKN 8 Surakarta.
Setelah itu, kirab menuju ke selatan ke Jalan Arifin dan kembali ke timur ke Jalan Sutan Syahrir dan berakhir ke utara ke Jalan Kepatihan lagi. ”Ada juga ruwatan yang diperuntukkan bagi masyarakat umum. Rencananya ruwatan yang akan diselenggarakan Selasa (15/2) nanti diikuti tujuh peserta dari anggota Linmas di kelurahan ini,” ujarnya.
Mereka yang diruwat rata-rata belum memiliki pasangan, meski usianya ada yang mencapai 50, 40 dan 30 tahun
Lurah Kepatihan Wetan, Tuti Orbawati, mengatakan, Babad Kepatihan baru pertama kali diadakan setelah dilakukan penelitian. Even itu, katanya, akan menjadi salah satu produk wisata unggulan.
”Pesta rakyat kepatihan ini diadakan bertepatan dengan Maulud Nabi Muhammad SAW. Anggaran yang dikeluarkan Rp 45 juta, berasal dari Pemkot dan swadaya masyarakat Kepatihan Wetan,” katanya.
Ari Welianto| Sri Ningsih
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




