Selasa, 22/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Gambar Hasilnya Berwarna-warni

Selasa, 23/03/2010 09:00 WIB - Rani Setianingrum

Banyak istilah bagi para penggemar kegiatan tertentu, salah satunya adalah lomografi. Lomografi merupakan sebuah bagian dari fotografi, yakni menciptakan gambar dengan menggunakan sebuah kamera khusus yang disebut dengan kamera lomo. Sebutan bagi para pemakai kamera lomo adalah Lomografer. Lomografer merupakan komunitas penggemar kamera kompak lomo dan kamera plastik mainan lainnya.
Lomo merupakan singkatan dari Leningsradskoye Optiko Mechaninicheskoye Obyedinenie yang diambil dari sebuah nama perusahaan Rusia yang memproduksi  kamera, teleskop dan juga peralatan untuk perang.
Di Solo, yang mewadahi para pecinta kamera Lomo bernama Lomographic Society Solo. Komunitas lomografi ini terbentuk pada 2 Mei 2008, silam dengan nama Solo Lomografi (Solomo). Namun dalam perkembangannya awal November berganti menjadi Lomographic Society Solo. ”Kami mengganti nama setelah bergabung dengan Lomonesia,” papar Ninok, Koordinator Lomographic Society Solo kepada Joglosemar, Minggu (21/3).
Ketika ditanya mengenai keunikan kamera lomo dibanding dengan kamera lainnya, ia menjelaskan bahwa seluruh bahannya terbuat dari plastik. “Bahannya secara keseluruhan terbuat dari plastik dan menghasilkan foto yang mengalami banyak distorsi warna. Hal ini dikarenakan kebocoran cahaya di mana-mana, namun justru hal tersebut yang membuat kamera Lomo menjadi sangat unik,” tuturnya.
Ika Setiawan menjelaskan dengan kamera lomo mampu menghasilkan warna-warna khas. ”Kita bisa menemukan warna-warna khas Lomo yang sulit dihasilkan oleh kamera biasa. Selain itu, para lomografer memilih kamera lomo karena kemudahannya,” kata Ika Setiawan yang juga sebagai koordinator daerah Solo.
Milis
Saat ini, anggota komunitas ini sendiri ada 15 orang yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa. Namun, walau demikian ternyata pengguna lomo di Indonesia sendiri belum begitu banyak. Hal ini diakui oleh Ninok. ”Pengguna kamera lomo di Indonesia, masih tergolong jarang dibanding dengan negara-negara lain dan bisa dikatakan belum banyak yang mengenalnya.
Lomography Society Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Lomonesia adalah sebuah komunitas pencinta kamera Lomo di Indonesia, memiliki anggota yang tersebar di beberapa daerah antara lain Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Pontianak dan terakhir Solo.”
Seperti komunitas lainnya yang menggunakan media internet untuk mengumpulkan para pecintanya yang tersebar di seluruh Indonesia, begitu juga dengan para pecinta lomo ini sendiri.
“Lomonesia awalnya menggunakan milis di yahoogroups untuk mengumpulkan para penggemar lomo di Indonesia. Di milis inilah kemudian para pencinta kamera lomo ini berkumpul dan kian bertambah. Milis menjadi tempat pertukaran informasi seputar Lomography dan sharing antarpengguna kamera lomo,” terang Ika Setiawan. (Rani Setianingrum)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :