NEW YORK—
Tim tuan rumah Knicks unggul satu angka di sisa waktu 1 menit 43 detik sebelum forward Italia yang memasuki tahun keduanya di NBA tersebut melakukan dua kali tembakan tiga-angka secara beruntun untuk menambah keunggulan itu menjadi tujuh angka dan membantu New York meraih kemenangan ketiganya secara berturut-turut.
”Saya memikirkan diri saya sendiri, saya belum benar-benar melakukan penyerangan terutama di dua kuarter pertama,” ujar Gallinari. Gillinari mengatakan bahwa Bobcats belum belum benar-benar mengatur pertahanan mereka dengan baik ketika dirinya mendapatkan bola, oleh karena itu ia dengan mudah manfaatkan untuk melakukan tembakan.
Gallinari menyarangkan 17 poin dalam pertandingan tersebut, Wilson Chandler mencetak angka tertinggi dalam tim yakni 27 poin, dan David Lee menambahkan dengan 22 angka bagi Knicks yang mencatat rekor menang-kalah 15-20. Kekalahan itu mengakhiri tiga kemenangan beruntun Bobcats.
Sementara Washington Wizards meratapi nasib. Bertandang ke Quicken Loans Arena, Ohio, Wizards tergilas kekuatan pasukan Cleveland Cavaliers 121-98. Nasib Wizards musim ini memang mengenaskan. Beberapa jam setelah star guard-nya Gilbert Arenas diskors dalam waktu yang tak terbatas, mereka harus menelan kekalahan menyakitkan. “Kami dinaungi awan hitam. Lagi-lagi kami terpukul. Skuad kami bisa terpecah kapan saja,” keluh guard DeShawn Stevenson.
Sedangkan Untuk kali pertama, New Orleans Hornets menggempur pasukan Oklahoma City Thunder di kompetisi NBA musim ini. Hornets menguras tenaga tim tuan rumah sekaligus mempecundangi mereka 97-92. Chris Paul tampil fantastis di sepanjang laga. Kembali dari cedera setelah delapan pekan absen, point guard Hornets ini menyumbang 14 poin dan 13 assist. (ant/oke)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







