SOLO—Persis Solo tinggal menghadapi satu laga lagi sebelum musim kompetisi Liga Joss Indonesia Divisi Utama berakhir. Sebelum kompetisi selesai skuad Persis meminta agar pihak pengurus dan manajemen lebih transparan mengenai laporan keuangan Laskar Sambernyawa tersebut.
Pembayaran gaji pemain Persis tiga bulan pertama kompetisi terhitung dari bulan November sampai bulan Januari telah diberikan pada bulan Februari lalu. Hanya saja, sampai dengan minggu ketiga bulan Maret, pemain masih belum menerima gaji untuk bulan Februari seperti yang dijanjikan oleh Pengurus. “Rencana awal, sebelum bertanding dengan Gresik United kita akan menerima gaji. Tetapi sampai sekarang kita masih belum menerima gaji,” terang Yanuar Ruspuspito, salah satu pemain Persis.
Sabar
Dari keterangan mereka, ketiadaan dana di kas Persis menjadi satu alasan yang diberikan kepada mereka melalui tim kepelatihan. “Kita sebenarnya maklum kalau memang itu yang terjadi. Hanya saja, kami ingin ada transparansi dari Pengurus dan Manajemen kepada kita, itu saja,” ujar Haryanto “Tommy” Prasetyo, pemain senior Persis.
Sementara itu, Asisten Manajer Persis Solo, Totok Supriyanto mengatakan kalau pihaknya telah melakukan komunikasi kepada pemain terkait hak pemain yang masih belum bisa diberikan. “Kita sudah jelaskan kepada pemain. Kita minta supaya mereka bersabar karena saat ini pengurus baru mengupayakan,” terang Totok.
Menurut keterangan Totok, saat ini keadaan keuangan Persis memang masih belum memungkinkan untuk melakukan penggajian kepada pemain.
“Pertandingan tanpa pemain saat melawan Gresik United berpengaruh pada keadaan kas kita,” tutur Totok. Tidak diperbolehkannya penonton masuk saat laga kandang melawan Gresik United memang membuat pemasukan Persis Solo sebelum melawan Persidafon berada dalam keadaan tidak maksimal. “Semoga dalam waktu dekat ini manajemen bisa merealisasikan apa yang dinantikan oleh pemain,” harap Totok.(tqu)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




