Selasa, 22/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Gaet Pelajar Belajar Musik Orkestra

Kamis, 23/02/2012 06:00 WIB - Anisaul Karimah

Kiprah komunitas Amari Solo dalam berbagai pergelaran musik orkestra memang telah familier di hati masyarakat pencinta orkestra, khususnya di Solo. Alunan orkesnya yang begitu khas, membuat hati pencinta orkestra semakin menggandrungi Amari.
Menariknya, anggota komunitas ini lebih didominasi para pelajar, baik tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun tak menutup kemungkinan segala umur untuk bergabung. “Didirikan pada sekitar enam tahun lalu, dengan tujuan untuk melestarikan musik orkestra di kalangan generasi muda. Berbekal ketulusan, akhirnya ide ini ditanggapi berbagai kalangan dan menarik perhatian para generasi yang ingin belajar musik orkestra,” kata Conductor, Arranger and Music Director Amari, Mursid Hananto, kepada Joglosemar, Senin (20/2), di Omah Sinten Solo.
Nama Amari, jelas Mursid, berasal dari kata kependekan Ansamble Musik Anak dan Remaja Indonesia. Amari memiliki slogan Dalam Musik Harmoni Dipadukan, Melalui Musik Keragaman Disatukan. Amari selalu berusaha menghasilkan musisi yang memiliki nilai dan berusaha dengan maksimal untuk mencapai prestasi.
Alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu menuturkan, Amari Solo merupakan wadah belajar berbagai jenis alat musik yang tergabung dalam naungan orkestra. Sehingga pertama masuk menjadi anggota Amari tidak lain adalah niat untuk belajar dan memuaskan hobi bermusiknya. Selama ini ia sebagai pengajar di Amari berusaha memberikan pembelajaran musik dengan bertahap, agar para anggota bisa menjadi musisi yang mahir dan memiliki nilai.
Ia mengatakan, untuk belajar jenis musik orkestra memang tidak mudah. Artinya, butuh proses yang tidak sebentar. Selain itu, butuh kemampuan olahrasa dalam diri seseorang agar dapat berpadu dengan jenis musik lainnya untuk menghasilkan musik orkestra yang merdu.
Selain butuh waktu, tuturnya, untuk melaksanakan sebuah konser atau pergelaran juga membutuhkan biaya tidak sedikit. Selain mencari sponsor, para anggota juga melakukan iuran bersama untuk biaya konsumsi maupun kebersihan. Hal ini biasa dilakukan, demi mendapatkan pembelajaran dan dapat menyalurkan hobinya. “Dana memang menjadi kendala, namun sebisa mungkin kita tetap berusaha eksis. Beberapa pagelaran kita pernah memungut tiket dan pernah pula kita gratiskan misalnya di kawasan Car Free Day,” ujar Mursid.
Lebih lanjut dikatakan, sebentar lagi Amari Solo akan mengadakan audisi anggota baru, tepatnya pada 29 Februari 2012 mendatang. Audisi akan dilaksanakan di Joglo Sriwedari dan akan dibuka untuk umum. Kriteria penerimaan anggota baru tak lain adalah minat besar untuk belajar musik dan kemampuan dasar atau bakat yang mulai terlihat. Karena Amari adalah wadah belajar, maka dalam audisi tidak menuntut adanya kemahiran dalam bermain musik karena kesemuanya itu bisa dipelajari di Amari.

Anisaul Karimah

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :