Selasa, 22/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Film Sang Pencerah

Jumat, 26/03/2010 09:00 WIB - dhi

Sutradara kenamaan Indonesia, Hanung Bramantyo mulai mengerjakan tahapan untuk penggarapan film terbarunya yang berjudul Sang Pencerah. Film yang berkisah tentang kisah hidup KH Ahad Dahan, tokoh pendiri Organisasi Masyarakat Muhammadiyah.
Dilansir dari kapanlagi.com, Kamis (25/3), film tersebut rencananya akan mulai diproduksi pada bulan Mei 2010 mendatang, untuk itu, Hanung telah melakukan survei lokasi untuk memperkuat setting cerita dalam film Sang pencerah, Jumat (19/3) lalu.
Dalam survei tersebut, Hanung melihat secara langsung surau yang di dirikan KH Ahmad Dahlan serta rumah yang pernah ditinggali oleh pendiri Muhammadiyah tersebut semasa hidupnya di Kampung Kauman Kota Yogyakarta.
“Saya dulu besar di wilayah ini. Saya tinggal di Kampung Ngasem, tidak jauh dari Kauman. Dulu saya mengira surau ini adalah gudang, tidak tahunya, surau ini memiliki nilai sejarah,” kata Hanung.
Menurut Hanung, selain untuk mengetahui kondisi surau, survei tersebut dilakukan sekaligus untuk meminta izin kepada warga setempat yang dipastikan akan terganggu oleh pelaksanaan syuting film Sang Pencerah.
“Tapi kita tidak akan menggunakan surau dan rumah tinggal tersebut. Karena, kru film akan membangun setting baru. Soalnya, dahulu pada 1889, di dekat surau tersebut ada sebuah pohon sawo dan bangunan surau masih satu lantai, tetapi sekarang sudah dua lantai. Sehingga tidak mungkin untuk pengambilan gambar. Kita akan membangun lokasi baru,” ujarnya.    
Dalam survei lokasi tersebut, Hanung ditemani oleh dua aktor yang juga akan bermain dalam film kolosal tersebut, yaitu Lukman Sardi, yang akan berperan sebagai KH Ahmad Dahlan dan Slamet Rahardjo yang akan berperan sebagai Kyai Penghulu Kholil Kamaludiningrat.
“Saya memiliki beban besar untuk memainkan tokoh ini. Tetapi juga merasa mendapatkan penghargaan yang besar karena diminta untuk memainkan sosok KH Ahmad Dahlan,” kata Lukman.
Secara kehidupan, Lukman menyatakan, ia dan KH Ahmad Dahlan memiliki perbedaan yang sangat mencolok, namun akan berusaha secara maksimal untuk memahami jalan pikiran dan perjuangan tokoh tersebut. “Saya sangat berharap, film ini bisa menjadi pencerahan kepada generasi muda,” katanya.
Slamet Rahardjo menyatakan salut atas usaha Hanung yang membuat film berisiko tinggi tersebut. “Membuat film seperti ini memiliki risiko yang besar, karena ia membuat film yang tidak populer,” katanya. (dhi)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :