Mendengar kata kamar mandi umum, tentu kita akan langsung terbayang sebuah ruangan yang terdapat wastafel atau bak mandi serta kloset. Tempat untuk buang hajat yang terkadang kumuh dan tidak terawat.
Kamar mandi umum dapat kita jumpai sebagai sebuah bentuk fasilitas umum yang memiliki fungsi spesifik untuk buang hajat. Mulai dari terminal, mal hingga kampus pun juga memiliki fasilitas kamar mandi umum ini.
Namun, pernahkah kita berpikir jika saat ini kamar mandi juga menjadi sebuah tempat bagi sepasang muda-mudi untuk berbuat tidak senonoh? Ya, mungkin Anda akan terkejut dan tidak mengira hal ini bisa terjadi.
Ironisnya, perbuatan tidak senonoh di kamar mandi ini, dilakukan oleh mahasiswa dan mahasiswi di kamar mandi di lingkungan kampus. Hmmm.... bagaimana negara ini bisa maju kalau generasi mudanya sudah memiliki sikap menyimpang.
Melihat fenomena ini, Tim Akademia Joglosemar mencoba menyelisik bagaimana sebenarnya perbuatan semacam ini bisa dilakukan mahasiswa dan mahasiswi di kamar mandi yang terdapat di kampus. Apa pendapat mahasiswa terkait fenomena ini? Lalu, apa yang harus dilakukan oleh pihak kampus untuk mengantisipasi agar tindakan ini tidak merajalela dan menjadi lebih masif dilakukan mahasiswa?
“Kemungkinan besar mahasiswa melakukan perbuatan tidak senonoh di kamar mandi kampus ya karena tidak ada tempat lain buat pacaran, mereka cenderung mencari tempat aman yang jauh dari pengawasan orang lain dan bisa melakukan sesuatu dengan bebas. Selain itu, karena memang lemahnya pengawasan dari pihak kampus,” ungkap mahasiswi D3 Kebidanan, Stikes Aisyiyah Surakarta, Tri Septianti.
Tindakan Menyimpang
Sementara itu, Sekretaris Psikologi Universitas Setia Budi (USB), Nike Martiarini, SPsi, mengungkapkan, perilaku tidak senonoh yang dilakukan oleh mahasiswa di kamar mandi bisa dikatakan sebagai tindakan menyimpang. Namun demikian, menurutnya fenomena tersebut sebenarnya sudah lama terjadi.
“Fenomena tersebut muncul akibat santernya arus informasi dan perkembangan teknologi. Akibatnya, imajinasi mereka lebih liar. Padahal, pada usia remaja, kecenderungan hasrat seksual sedang naik-naiknya. Apalagi, saat ini pacaran yang sudah dilegalkan, membuat remaja berpersepsi, Pacaran tanpa ‘melakukan’, menjadikan mereka tidak gaul,” katanya.
Nike menambahkan, selain adanya faktor derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi informasi yang mampu meubah sikap dan perilaku seseorang, munculnya fenomena perbuatan tidak senonoh di kamar mandi kampus juga dikarenakan faktor lokasi kamar mandi yang tersembunyi dan tidak terawasi dengan baik.
“Selama ini, antara kamar mandi cewek dan kamar mandi cowok letaknya selalu berdekatan, ini juga menjadi faktor tersendiri yang menyebabkan terjadinya perbuatan menyimpang ini,” ujarnya.
Guna mengatasi permasalahan pemanfaatan kamar mandi kampus untuk berbuat yang tidak senonoh, lanjut Nike, mahasiswa perlu mendapatkan semacam penyadaran dengan memberikan pemahaman mengenai esensi berpacaran dan serta bahaya yang ditimbulkan atas perbuatan tidak senonoh tersebut.
“Penanaman nilai sosial dan agama juga harus selalu diberikan dan dipupuk agar bisa menjadi benteng diri. Sehingga mahasiswa harus bisa mengelola hawa nafsunya. Dan bisa menyalurkan energinya kepada hal yang positif. Pemberian sanksi juga memberikan peran penting untuk mengantisipasi terjadinya hal semacam ini,” ujar Nike.
Terpisah, Pembantu Administrasi Satuan Keamanan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Suprih Diono, mengungkapkan, fenomena perilaku menyimpang mahasiswa yang menggunakan kamar mandi untuk berbuat tidak senonoh memang benar-benar terjadi. Namun demikian, Ia mengaku agak mengalami kesulitan untuk mengawasi perbuatan menyimpang tersebut. Pasalnya, jumlah personel keamanan kampus terbatas.
“Maka dari itu, penting ada CCTV untuk memantau aktivitas-aktivitas mahasiswa, khususnya di tempat-tempat yang sulit untuk dimonitor langsung oleh petugas. Jadinya, fenomena tersebut bisa diantisipasi. Adanya CCTV juga bisa digunakan untuk memantau inventaris kampus, dengan ditempatkan di lorong-lorong yang strategis, atau di sudut luar kamar mandi,” Jelasnya (nia/yuhan)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




