Berhenti sejenak disebuah rumah yang terletak di Jalan Kemasan No. 2, Kepatihan, Jebres, Surakarta ini memang tampak berbeda dengan rumah-rumah yang ada di sekelilingnya. Dari segi lahan rumah milik Dewi Isadora tersebut memang terbilang relatif sempit jika dibandingkan rumah-rumah di kawasannya. Akan tetapi berdasarkan pantauan Joglosemar rumah tersebut nampak sejuk dan hijau karena kaya akan tanaman yang ada di halamannya.
Meski rumah tersebut berada di tengah-tengah kota besar, namun panasnya udara kota pun hilang lantaran ditelan oleh banyaknya tanaman yang ada. Otomatis udara panas tersebut disulap menjadi sejuk, dan rindang. Setelah mencoba melangkahkan kaki di rumah yang berada di atas lahan seluas 200 meter persegi tersebut langsung maknyes.
Dilihat dari depan, rumah tersebut hanya berjarak sekitar satu meter dari badan jalan. Lalu halaman pun juga tidak begitu luas yaitu kira-kira memiliki lebar dua meter serta panjang sekitar lima meter. Namun halaman mungil tersebut tidak dikosongkan begitu saja.
Karena sejumlah tanaman hias, serta tumbuh-tumbuhan kecil pun menghiasi halaman tersebut. Seperti pohon mangga, belimbing, jemani, kamboja serta tanaman-tanaman yang lain. “Kebetulan saya itu suka merawat tanaman, jadi ya tanaman-tanaman ini saya jadikan untuk hiburan,” tutur Dewi Isadora.
Kemudian ketika menginjakkan kaki di ruang tamu, harum semerbak bunga pun langsung terasa bersama udara masuk ke hidung. Harum bunga itu pun menyebar ke seluruh penjuru rumah, dari mulai teras depan hingga bagian belakang rumah. Karena di dalam rumah seperti di ruang tamu, ruang keluarga, ruang santai hingga ruang makan pun terdapat pot-pot berisi tanaman.
Sehingga selain halaman yang dipenuhi dengan tanaman, di dalam rumah pun juga diberi tanaman supaya suasana rumah terasa adem. “Kalau pas di rumah rasanya pokoknya nyaman dan tidak terasa panas,” ceritanya.
Namun Dewi juga harus mengeluarkan tenaga yang ekstra untuk merawat tanaman-tanaman tersebut. Selain menyirami, Dewi juga harus membersihkan jika ada dedaunan yang kering. Kalau tanaman tersebut di dalam rumah, maka dirinya juga harus sesekali mengeluarkan tanaman tersebut untuk disiram serta untuk mendapatkan sinar matahari. Sehingga meski tanaman-tanaman tersebut ditaruh di dalam rumah, namun tetap segar.
Dari situlah, Dewi menyebutnya rumah tersebut memiliki konsep yang ramah lingkungan. Dengan adanya banyak tanaman tersebut setidaknya bisa mengurangi gejala dari global warming. “Sekarang ini kan lagi gencar-gencarnya isu adanya pemanasan global, sehingga saya usahakan mulai dari keluarga saya untuk mengurangi pemanasan global,” terangnya.
Selain itu, tanaman-tanaman ini juga berfungsi untuk menyaring debu-debu yang beterbangan di jalan serta mampu menyaring asap kendaraan bermotor. “Rumah saya ini kan di pinggir jalan, jadi banyak asap serta debu yang beterbangan. Sehingga dengan adanya tanaman ini cukup membantu sekali,” katanya.
Perpaduan Warna
Selain mengusung rumah ramah lingkungan, hunian pun tak meninggalkan estetika bangunan arsitektur dan dekorasi. Si empunya rumah menyiasatinya dengan memadupadankan warna. Dari mulai lantai, dinding hingga kursi memiliki perpaduan warna yang ideal. Misalnya untuk dinding warnanya hijau, lalu lantainya juga berwarna hijau sedangkan untuk kursinya juga menyesuaikan.
Tak ketinggalan, untuk menambah kesan nature bagian tiang yang terletak di teras pun terbuat dari batu kali yang membuat kesan alami dan dingin. Warnanya pun juga dibiarkan hitam tanpa dipoles apapun supaya kekhasannya pun terasa.
Agar terlihat eye catching, perabot yang digunakan pun juga diserasikan dengan rumahnya. Misalnya seperti almari, kursi hingga meja yang digunakan pun disesuaikan warna-warna alami. Untuk kursi Dewi menggunakan kursi sofa, kayu serta besi. Untuk ruang tamu memang dipilih sofa supaya empuk.
Kemudian di ruang kelaurga terdapat kursi besi yang warnanya hijau serta ukirannya pun berbentuk bunga, lalu untuk ruang santai dan ruang makan terbuat dari kayu. “Kalau untuk membeli perabot pun saya tidak pilih-pilih harus beli di mana, yang penting saya cocok sudah cukup,” tandasnya. (Dwi Hastuti)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







