Sabtu, 11/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

EO se-Solo Sepakat Bentuk Asosiasi

Sabtu, 31/10/2009 21:49 WIB - nie

MANGKUBUMEN (Joglosemar): Pencanangan Solo sebagai Kota Meeting Incentive Conference Exhibition (MICE), memberikan peluang besar bagi pelaku-pelaku usaha di bidang event organizer (EO). Sayangnya, event-event besar yang acap kali digelar di Solo, justru diambil EO dari luar kota. Melihat situasi ini, EO di Solo mulai merapatkan barisan dengan membentuk Solo Event Organizer Association (SEOA).
Menurut Bambang “Benk” Mintosih, penggagas pembentukan asosiasi, SEOA penting dibentuk agar EO-EO di Solo tidak selalu kalah dengan EO yang berasal dari Jakarta, Yogyakarta atau Surabaya. “Di tahun 2010, Solo akan menjadi kota pertunjukan dan di saat bersamaan akan tersedia sebuah gedung opera yang berkapasitas 9.000 orang. Ini adalah sebuah peluang yang sangat besar,” tuturnya di sela-sela acara Ngobrol Bareng EO Se-Solo sekaligus pembentukan SEOA, di Simple Space, Jumat (30/10).
Dirinya berharap, dengan adanya gedung opera kelak, peluang itu jangan sampai lepas bagi EO asal Solo. Dirinya mencontohkan, seperti yang terjadi pada penyelenggaraan SIEM dan Solo City Jazz, di mana EO-nya justru bukan dari Solo. “Jangan sampai event semacam itu ditangani EO asal luar kota,” imbuh dia. 
Dikatakan Benk, sebenarnya EO di Solo tidak kalah dengan EO  yang berasal dari kota-kota besar lainnya. Hanya saja, para pengusaha EO Solo memiliki kelemahan di sisi lisensi. “Yang dimaksud lisensi di sini adalah kemampuan dalam mengolah acara,” urai Benk.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Solo, Purnomo Subagyo, menyambut positif pembentukan asosiasi EO se-Kota Solo. Dikatakannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, memerlukan bantuan dari para pelaku usaha di bidang EO dalam penyelenggaran event-event Pemkot.  (nie)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :