BOYOLALI—Bencana angin puting beliung (lisus) kembali menerjang wilayah Kecamatan Ampel, Selasa (23/3) petang. Ratusan pohon tumbang dan sejumlah bangunan roboh diterjang lisus.
Namun, sampai berita ini ditulis, belum ada kepastian jatuhnya korban jiwa maupun kerugian akibat bencana itu. Sedikitnya empat desa diinformasikan terkena terjangan lisus, di antaranya Desa Tanduk, Candi, Gladaksari, dan Kaligentong, Kecamatan Ampel.
Selain pohon dan bangunan, baliho-baliho sepanjang jalan Boyolali-Semarang juga roboh diterjang angin. Bahkan akibat bencana itu juga membuat kemacetan lalu lintas dari Kecamatan Ampel hingga Penggung Kecamatan Boyolali Kota.
Daroni, warga Dukuh Getasari, Desa Gladagsari, Kecamatan Ampel mengatakan, sebagian genteng rumahnya rontok. Demikian pula sejumlah rumah tetangga juga mengalami kerusakan yang sama.
“Tiba-tiba angin datang sebelum hujan turun, menerbangkan genteng-genteng rumah,” terang Daroni.
Menurut dia, saat itu sekitar pukul 17.00 WIB, mendung sangat tebal dan tiba-tiba terdengar suara menderu dari arah timur. Dikatakannya, suara angin itu bahkan seperti suara pesawat terbang yang terbang rendah dan berputar-putar. Kejadian itu menurut dia berlangsung sekitar 10 menit saja, namun dirasakan sangat mengerikan.
Baru kemudian setelah itu hujan turun dengan deras. ‘’Hanya 10 menit saja, namun mengerikan. Setelah itu disusul hujan deras,’’ ujarnya.
Eko Hengki Saputro (30), warga Gladaksari lainnya mengatakan kandang ayam miliknya juga ambruk. Namun dirinya belum dapat memastikan berapa kerugian yang dideritanya. ”Kandang ambruk, belum tahu berapa kerugian semuanya, yang pasti ada sekitar empat ribuan ayam di kandang itu,” tutur Eko.
Sementara itu menurut Kristyana Purwanti warga Desa Kaligentong, sejumlah kerusakan terjadi di desanya. Sepengetahuan dia, baru empat desa yang terkena lisus. Hal itu diketahuinya saat pulang ke rumah. Sepanjang jalan menurut dia banyak baliho yang roboh.
Laporan
Terpisah, Camat Ampel, Susilo Hartono membenarkan kejadian itu. Menurut Camat, pihaknya sudah menerima laporan singkat bencana angin lisus tersebut. Camat mengatakan pihaknya langsung mengecek ke lapangan. ”Saya baru melakukan pengecekan, untuk data kerusakan masih diinventarisasi,” ungkap dia.
Camat mengatakan sudah memerintahkan perangkat desa untuk mengoordinasi pendataan kerusakan akibat lisus. Data sementara menunjukkan, sejumlah rumah di Desa Gladaksari mengalami kerusakan karena gentengnya rontok. Selain itu banyak pohon yang tumbang ke jalan. Hasil pendataan kerusakan menurut dia akan secepatnya dilaporkan.
Bencana lisus sebelumnya juga pernah menerjang Kecamatan Ampel Desember tahun lalu. Dua rumah warga rata dengan tanah akibat diterjang puting beliung. Selain itu 236 rumah rusak berat maupun ringan, serta satu kandang ayam ambruk di tiga desa, yakni Desa Urutsewu, Tanduk, dan Gladaksari. Satu orang warga bahkan mengalami luka berat karena tertimpa runtuhan rumah dan dilarikan ke rumah sakit. (ono)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




