Jumat, 10/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Ekspor Tekstil Solo Jeblok

Rabu, 08/09/2010 09:00 WIB - nie

SOLO—Salah satu komoditas ekspor unggulan Kota Solo, Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) bulan Agustus lalu mengalami penurunan hingga 50 persen dibanding bulan sebelumnya. Penguatan nilai rupiah dan kenaikan biaya produksi menjadi penyebab menurunnya ekspor TPT.
Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo, diketahui bahwa nilai ekpsor TPT pada  Agustus sebesar 2.212.350,59 dolar AS. Angka ini mengalami penurunan sekitar 56,39 persen dibanding bulan Juli lalu. Tidak hanya nilai, volume ekspornya pun mengalami penurunan dari yang sebanyak 229.273,91 kg di bulan Juli turun menjadi 172.277,33 kg pada bulan Agustus.
Kasi Perdagangan Luar Negeri Disperindag Solo, Endang K Maharani, mengatakan salah satu penyebab penurunan ekspor TPT adalah karena adanya penguatan nilai mata uang rupiah terhadap dolar. “Penguatan rupiah ini memang menjadi dilema, di satu sisi menguntungkan tapi di sisi lain merugikan bagi eksportir. Penguatan rupiah ini membuat harga jual menjadi semakin mahal di mata buyer karena mereka menilainya dengan dolar. Ini yang tidak bisa mereka terima,” ujarnya, Selasa (7/9).
Mebel Naik
Pendapat senada disampaikan Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah, Djoko Santoso. Menurutnya penguatan rupiah beberapa waktu belakangan sangat mempengaruhi tingkat ekspor TPT. Selain itu harga jual TPT yang sudah tidak kompetitif lagi di pasar internasional juga menjadi penyebabnya.
“Para pengusaha terpaksa menaikkan harga jual karena biaya produksinya juga naik. Biaya produksi meningkat karena adanya kenaikan TDL, harga bahan baku, juga upah karyawan,” urainya.
Sementara itu beberapa komoditas strategis lainnya seperti batik dan mebel mengalami peningkatan meskipun tidak terlalu signifikan. Nilai ekspor batik pada bulan Agustus sebesar 1.456.818,47 dolar AS dengan volume seberat 72.474,57 kg sedangkan pada bulan Juli hanya senilai 1.068.504,33 dolar AS dan berat 51.086,36 kg.
Sedangkan nilai dan volume ekspor mebel bulan Agustus sebesar 665.145,88 dolar AS dan 280.939,60 kg. Naik dibanding bulan Juli yang nilainya hanya 573.461,83 dolar AS dan volumenya 270.459,95 kg.
“Kalau dilihat jumlah totalnya, nilai ekspor Kota Solo pada bulan Agustus turun 11,65 persen dibanding bulan Juli. Tapi untuk volumenya justru mengalami kenaikan dari 793.513,60 kg menjadi 850.329,19 kg,” jelas Endang. (nie)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :