Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Ekspor Solo ke Negeri Jiran Sangat Minim

Jumat, 03/09/2010 09:00 WIB - Rachmadhani Fitriastuti

Perselisihan yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia mengenai batas wilayah telah memicu reaksi keras dari sejumlah pihak. Ketegangan pun tidak hanya terjadi antara kedua pemerintahan tapi telah melibatkan emosi para warga negaranya.

Walaupun hubungan kedua negara masih terus memanas, tetapi tidak sampai menimbulkan kekhawatiran bagi kalangan usaha. Para pengusaha optimis permasalahan yang kini tengan melingkupi Indonesia-Malaysia tidak akan sampai berdampak negatif terhadap hubungan ekonomi kedua negara.
Hal ini seperti disampaikan Wakil Ketua III Bidang Industri, Perdagangan, dan Investasi Kadin Solo, Liliek Setiawan. Menurutnya hingga saat ini perselisihan antara Indonesia-Malaysia belum memberikan dampak buruk bagi dunia investasi dan ekspor Indonesia dan Solo khususnya.
“Sampai saat ini belum terasa pengaruhnya. Dan saya rasa konflik bilateral antarkedua negara tidak akan sampai mempengaruhi sektor bisnis atau ekonomi. Antara birokrasi dan bisnis adalah dua hubungan yang berbeda,” ujarnya kepada Joglosemar, Selasa (31/8).
Menurut Liliek, sektor bisnis baru akan terkena dampaknya jika pemerintah Indonesia mengambil langkah ekstrim seperti pemutusan hubungan diplomatik. Karena biasanya pemutusan hubungan diplomatik akan diikuti dengan embargo ekonomi berupa pelarangan ekspor dan impor antarkedua negara.
Tak Terpengaruh
Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Solo, sepanjang bulan Januari hingga Juli 2010 volume ekspor Solo ke Malaysia hanya berkisar 12.182,33 kg dengan nilai sebesar 94.604,46 dolar AS. Angka ini jauh lebih rendah dibanding nilai ekspor Solo ke Singapura dan Thailand yang masing-masing senilai 184.767,36 dolar AS dan 530.245,73 dolar AS.
“Ekspor kita ke Malaysia memang tidak terlalu besar angkanya. Ini mungkin karena antara Malaysia dan Indonesia memiliki kesamaan kebutuhan dan komoditas sehingga tidak bisa banyak saling menukar. Sehingga jika terjadi keguncangan ekonomi antarkedua negara dampaknya tidak akan terlalu besar,” urainya.
Pendapat senada juga disampaikan Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah, Djoko Santoso. Bahkan menurutnya nilai ekspor Indonesia ke Malaysia pun masih defisit.
Menurut Djoko pasar ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Solo lebih mengarah ke kawasan Eropa dan Amerika. “Andaikan di Amerika terjadi krisis lagi atau ada guncangan ekonomi di Eropa, Jepang, atau Korea, itu baru terasa dampaknya karena sebagian besar ekspor tekstil kita ke sana. Kalau dengan Malaysia sih saya rasa tidak terlalu terasa pengaruhnya,” imbuhnya.
Kepala Disperindag Solo, Joko Pangarso, pun masih memandang optimis hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia. Menurutnya sengketa politik antara kedua negara tidak akan sampai berdampak negatif pada nilai ekspor Solo ke Malaysia. Apalagi melihat tren ekspor ke Malaysia yang nilainya pada tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2009 sekali pun volumenya mengalami menurunan. (Bersambung)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :