Jumat, 10/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Dulmatin Diduga Masih Hidup

Rabu, 10/03/2010 11:00 WIB - dtc

MANILA—Salah satu otak pelaku bom Bali 2002 lalu yang menewaskan lebih dari 200 orang, Dulmatin, diduga masih hidup. Dia yang selama ini dikabarkan tewas ternyata sedang dalam persembunyian di wilayah selatan Filipina.
Menurut Kepala Angkatan Laut Filipina Mayor Jenderal Juancho Sabban, Dulmatin, Pemimpin Jemaah Islamiyah (JI) wilayah Asia Tenggara, tidak ikut tewas dalam baku tembak dengan militer Filipina pada 2008 lalu. ”Menurut sumber yang saya miliki, saya yakin dia masih hidup dan sedang berada di Pulau Sulu,” kata Sabban seperti dikutip AFP, Rabu (10/2).
Sabban juga mengatakan, anggota JI lainnya, Umar Patek, juga diyakini sedang bersembunyi di Pulau Sulu, dan dilindungi oleh Abu Sayyaf, sebuah kelompok muslim garis keras lokal yang memiliki keterkaitan dengan Al Qaeda.
Dulmatin dituduh membantu JI dan bertanggung jawab atas ledakan bom Bali 2002 lalu yang menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia. Dulmatin sebelumnya diyakini tewas dalam baku hantam dengan polisi Filipina pada Januari 2008 lalu.
Tes DNA terhadap jasad yang diduga Dulmatin waktu itu memang masih diragukan kebenarannya. (dtc)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :