SRAGEN (Joglosemar): Dukungan untuk pengusutan kasus dugaan pungli dalam pemberkasan CPNS Depag terus bergulir. Selain dari kalangan DPRD, dukungan penuntasan kasus itu juga mengalir dari tokoh masyarakat dan ulama di wilayah Sragen.
“Banyak tokoh ulama dan masyarakat yang memberi masukan dan dukungan agar kasus ini bisa dikawal sampai tuntas. Mereka juga berharap Depag bisa dibersihkan dari oknum pejabat Depag yang tidak bertanggung jawab dan berjiwa korup,” papar Sekretaris Komisi IV DPRD Sragen Aris Surawan kepada Joglosemar Jumat (30/10).
Untuk itu, pihaknya kembali meminta agar Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat lebih intens untuk menggali keterangan dari saksi-saksi dengan trik-trik investigasi. “Mungkin bisa berkaca pada kasus Ubi di Wonogiri. Dari seratus petani yang awalnya hanya segelintir mengaku tapi dengan trik dari penyidik akhirnya semuanya bisa membeberkan fakta. Dan saya yakin Kejaksaan lebih tahu soal trik bagaimana mengorek keterangan dari saksi,” ujarnya.
Dukungan juga ditunjukkan Fraksi Demokrat DPRD setempat. Bahkan, mereka juga siap untuk mem-back up pengusutan agar kasus ini bisa segera dituntaskan.
“Kami dukung penuh upaya pengusutan kasus pungli ini. Kami juga menerima laporan kalau ada beberapa saksi dari guru-guru di MTsN Plupuh yang siap bersaksi,” papar Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sragen, Sulasto.
Sementara, pihak Kejari mengaku masih menunggu keberanian dari para saksi terutama guru yang menyetor uang untuk membeberkan kesaksian. Pasalnya, hingga kemarin belum ada saksi yang bersedia memberikan kesaksian di hadapan penyidik Kejaksaan. Kasi Intelkam Kejari Muji Martopo menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti BAP yang sempat mandek lantaran terganjal alat bukti. “Kalau memang mereka takut untuk diinterogasi di Kejaksaan, kami siap mendatangi. Yang jelas kami tetap berkomitmen untuk menindaklanjuti laporan apapun sepanjang ada keterangan yang bisa dijadikan alat bukti,” tandasnya. (yok)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







