KARANGANYAR—Dua orang tewas dan dua lainnya kritis akibat tersambar sedan di jalan Adi Sucipto tepat di depan hotel Lor In Blulukan, Colomadu Sabtu (27/3) malam.
Kedua korban tewas yaitu Siti Wahyuni warga RT 01/ RW IV, dan Sri Wahyuni warga RT 02/ RW IV Blulukan, Colomadu Karanganyar. Sedangkan korban kritis adalah Suwarti warga RT 03/ RW IV, dan Sumiyem warga RT 02/ RW III, Blulukan, Colomadu Karanganyar. Korban kritis dilarikan ke RS Islam Yarsis.
Menurut penuturan Sugito, Kepala Kelurahan Blulukan Colomadu Karanganyar, keempat korban merupakan karyawati buruh pabrik Iskandartex. Diperkirakan kejadian bermula ketika sedan Toyota Vios bernopol AB 1977 NA melaju kencang dari arah timur, dan akhirnya menabrak keempat korban yang berniat menyeberang jalan dari arah selatan ke utara.
Setelah itu, dari arah barat keempat korban kembali tersambar sedan lain, hingga terpisah sekitar sepuluh meter. ”Kejadian terjadi sekitar pukul 22.15 WIB, karena mereka baru saja pulang dari pabrik,” timpalnya.
Lebih lanjut, dia menduga penyebab kecelakaan karena gelapnya penerangan jalan, sehingga pengemudi sedan tak mampu melihat dengan jelas bayangan keempat korban yang akan menyeberang jalan. Selain itu, lanjut Sugito, di lokasi tempat kejadian perkara (TKP), memang rawan kecelakaan lalu-lintas.
”Mungkin karena kondisinya gelap dan kurangnya rambu-rambu lalu-lintas. Untuk penabrak saat ini sudah diamankan pihak Kepolisian. Tapi dengan kejadian ini saya mohon kepada pihak terkait untuk segera membenahi kekurangan yang ada,” tegasnya.
Nyaris Dimassa
Sementara itu berdasarkan keterangan beberapa saksi mata di TKP yang tidak bersedia disebutkan identitasnya, kecelakaan terjadi sesaat setelah keempat korban turun dari bus karyawan. Setelah sempat berjalan beberapa meter ke arah barat, tepat di depan Hotel Lor In mereka lantas berhenti karena bersiap untuk menyeberang jalan.
Di saat berhenti itulah dari arah timur melaju sedan Vios dengan kecepatan kencang dan akhirnya menyambar tubuh mereka. Selain sempat menyebabkan kemacetan lalu-lintas, situasi pun sempat mencekam karena puluhan penduduk Blulukan berniat melampiaskan kemarahannya dengan berusaha merusak mobil pelaku. Namun aksi tersebut berhasil diredam setelah para aparat desa datang ke TKP.
Sementara itu, dari pihak Satuan Lalu-Lintas Polres Karanganyar hingga berita ini diturunkan masih belum bersedia dimintai keterangan, dengan alasan akan melakukan penelitian lebih lanjut. (den)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




