Untuk bernostalgia dan menelusuri jejak budaya etnis Tionghoa, tidak perlu repot ke negeri asalnya, China, namun di sebuah kampung di Bogor sudah cukup mengobati rasa keingintahuan tentang Tionghoa dan pernak-pernik budayanya.
Masyarakat sekitar menyebutnya Kampung China. Lokasinya, berada di kawasan Kota Kampung Wisata Cibubur, sekitar 13 kilometer dari pintu tol Cibubur. Lebih tepatnya berlokasi di Jalan Transyogi KM 6 Cibubur, Bogor.
Di sekitar pintu masuk, Kampung China sudah menyambut dengan suguhan desain tata rumah berkelas internasional dari berbagai negara. Miniatur pernak-pernak simbol berbagai negara juga berdiri kokoh di setiap sudut kampung ini. Setidaknya ada patung Liberty dan patung suku Indian yang tampak menonjol. Sekilas ciri khas Tionghoa-nya belum ditonjolkan di pintu masuk Kampung China ini, namun justru simbol-simbol budaya dunia yang disuguhkan.
”Untuk konsep awal, memang rencananya mau dibuat kampung lima benua. Namun baru terealisasi empat kampung saja, yaitu Kampung China, Kampung Jepang, Kampung Indoensia dan Kampung Amerika. Namun yang paling ramai memang kampung China,” tutur Anggia Tresnawati, pengelola Kampung Wisata Cibubur saat berbincang dengan Joglosemar.
Baru setelah masuk ke jantung Kampung China, denyut kehidupan khas Tionghoa mulai tampak. Aneka suvenir khas Tionghoa yang biasa dijumpai di kawasan Pecinan di sejumlah daerah tersedia di sini. Sebut saja liontin, batu giok, guci, lampion, lilin dan beragam jenis suvenir khas Tionghoa lain.
Miniatur China
Bahkan untuk benar-benar merasakan suasana di Negeri China, Kampung China sengaja menyuguhkan fasilitas perahu, miniatur jam Big Ben dan Tembok Besar China. Sesuai konsep pengelolanya, Kampung China seperti disulap bak swalayannya masyarakat Tionghoa.
Dari sisi bangunan pusat perbelanjaan, selain didominasi ornamen China, warna bangunan juga didominasi warna merah yang sering disebut sebagai simbol kelimpahan rezeki. ”Pada pintu masuk, terdapat gerbang yang mirip dengan pintu masuk sebuah kota yang ada di China yaitu Kota Terlarang. Gerbang ini berbentuk setengah lingkaran dan disebut Gerbang Kemakmuran,” ujarnya.
Ciri khas Tionghoa lain yang menonjol di Kampung China adalah beragam patung China, busana dan rambut imitasi ala China kuno.”Umumnya di China ada jembatan dengan sungai di bawahnya yang menjadi habitat ikan mas. Kami juga sediakan di sini. Semua kami desain semirip mungkin dengan suasana di Negeri China,” kata Anggia.
Kendati diklaim sebagai Kampung China, penghuni kampung tersebut tetap didominasi masyarakat lokal, bukan etnis keturunan Tionghoa. ”Kampung China dirancang khusus untuk pusat wisata dan belanja khas Tionghoa saja,” ujarnya.
Bukan hanya suvenir khas Tionghoa, untuk melengkapi suasana seperti di Negeri China, pengelola Kampung China juga rutin menggelar pentas Barongsai. ”Untuk masuk ke Kampung China tidak dipungut biaya. Cuma kalau menikmati fasilitas khusus seperti masuk ke Fantasy Land, naik sepeda air atau perahu motor, ada tarifnya,” ucapnya. l
Dwi Hastuti
hastuti_uns86@yahoo.com
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




