Selasa, 22/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Dosenku, Sahabatku!

Jumat, 19/03/2010 09:00 WIB - mulato/dwi/danny

Membina hubungan baik dengan orang lain kiranya merupakan hal yang harus dilakukan jika kita ingin “hidup enak”. Begitu juga di lingkungan kampus. Baik mahasiswa maupun dosen harus mampu saling menghargai dan menciptakan hubungan yang kondusif demi terlaksananya proses belajar mengajar yang nyaman di kampus.
Selama ini, terjadi semacam kekakuan hubungan antara dosen dan mahasiswa. Dosen sibuk dengan tugasnya yang hanya sebatas mengajar, dan mahasiswa terlalu fokus pada tugasnya untuk belajar dan melaksanakan tugas yang diberikan oleh dosen. Akibatnya, interaksi antara mahasiswa dengan dosen hanya sebatas interaksi antara guru dengan muridnya saja.
Mungkinkah tercipta hubungan yang “luwes” antara dosen dan mahasiswanya di luar konteks akademik? “Luwes” layaknya hubungan pertemanan atau persahabatan namun tetap terdapat semacam garis tegas ketika memang sedang dalam proses pembelajaran.
“Dosen idealnya memang harus bisa menjadi sosok egaliter. sebuah sosok yang jika di dalam kelas adalah guru, tapi saat di luar kelas, Ia harus bisa menjadi seorang sahabat bagi mahasiswa. Dosen juga harus ‘gaul’, maksudnya selalu mengikuti perkembangan mahasiswanya,” ungkap Wakil Dekan I Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Drs Sholeh Amini Yahman Msi Psi.
Soni, sapaan akrab Sholeh Amini menambahkan, seorang dosen juga harus mampu menampung segala keluhan dari mahasiswa, baik itu seputar akademik bahkan hingga permasalahan pribadi mahasiswa. 
“Masalah yang muncul biasanya objektivitas. Nah, di sini seorang dosen juga harus menjadi orang yang profesional. Dosen harus tetap bersikap objektif meskipun Ia dekat dan bersahabat dengan mahasiswa. Harus tetap jelas bahwa dosen tetaplah dosen yang membimbing mahasiswa. Kalau sudah di luar kelas, bersahabatlah dengan mahasiswa.”   
Terpisah, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Veteran (Univet) Bangun Nusantara (Bantara) Sukoharjo, Dra Betty Gama M Si, mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, dosen haruslah mampu berperan ganda. Pertama menjadi seorang pengajar yang mentransfer ilmu. Kedua, menjadi seorang sahabat yang mampu memberikan rasa nyaman saat mahasiswa sedang mengalami permasalahan.
“Tidaklah sulit berperan sebagai sahabat mahasiswa. Dosen hanya harus mau mengerti dan menjadi pendengar yang baik serta mampu memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi mahasiswa,” katanya.  (mulato/dwi/danny)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :