BOYOLALI—Sersan Mayor (Serma) Kusno (51), warga Dukuh Delukan RT 19/ RW IX Desa Tulung, Kecamatan Tulung, Klaten, ditemukan telah tewas, Selasa (23/3) dini hari, di kamar mandi. Kusno diketahui sedang menjalani tahanan, karena kasus penipuan.
Korban yang bertugas di Koramil Teras tersebut, diduga mengalami serangan jantung, sehingga tewas mendadak saat ke kamar mandi. Korban ditemukan oleh petugas jaga sekitar pukul 04.00 WIB.
Komandan Kodim 0724 Boyolali, Letkol (Inf) Pribadi Jatmiko, melalui Perwira Seksi Intel (Pasintel), Kapten Nasroni, saat dikonfirmasi wartawan mengungkapkan, korban saat itu sedang menjalani tahanan sementara, sejak hari Jumat lalu.
”Sebelumnya kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa korban terlibat masalah penipuan. Kasus itu juga sudah dilaporkan ke Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD). Sehingga kami melakukan pengusutan,” terang Pasintel.
Ternyata yang bersangkutan malah datang sendiri ke Kodim dengan diantarkan anaknya, Jumat (19/3) sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu korban sudah dalam keadaan sakit. Saat diperiksa oleh DKT (Dinas Kesehatan Tentara), diketahui tekanan darah korban sangat tinggi. Selain itu salah satu kaki korban mengalami kelainan akibat stroke yang dideritanya. Sehingga pemeriksaan Berkas Acara Perkara (BAP) ditunda dan korban ditahan di tahanan sementara.
Hari Sabtunya, kondisi korban masih dalam keadaan sakit dan baru dapat di-BAP pada hari Senin (22/3) lalu. Saat itu Kusno mengaku sudah sehat, sehingga dapat dimintai keterangan oleh penyidik Kodim.
Selasa (23/3) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB, Kusno meminta kepada petugas penjaga untuk membukakan pintu tahanan, karena hendak ke kamar mandi. Setelah balik ke kamar tahanan, korban minta izin kembali ke kamar mandi.
Paginya sekitar pukul 04.00 WIB, petugas jaga ada yang hendak buang air kecil, namun tidak bisa masuk ke kamar mandi karena pintunya dikunci. Saat diperiksa lewat ventilasi, ternyata Kuno sudah tergeletak di lantai.
Mengetahui hal itu, pintu kamar mandi langsung didobrak dan petugas menemukan Kusno sudah dalam keadaan tewas.
Dari hasil pemeriksaan DKT, tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. Sehingga jasad Kusno langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kusno sendiri, menurut Pasintel, terlibat kasus penipuan kendaraan bermotor. Dia dilaporkan menggadaikan tiga buah sepeda motor untuk bermain judi. Karena tidak kunjung dikembalikan, korban lantas melaporkan Kusno ke POM AD dan Kodim. (ono)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




