SRIWEDARI (Joglosemar): Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Kaukus Muda Nasionalis (Kudanil), mengajak para pemuda untuk terus menumbuhkan sikap nasionalisme. Sejauh ini nasionalisme hanya dirasakan dalam tataran filosofi saja. Namun dalam keseharian, sikap nasionalisme makin luntur.
Hal itu seperti diungkapkan Roy Saputra, Koordinator Diskusi Kebangsaan, yang digelar Rabu (28/10) malam di Joglo Sriwedari. Menurut Roy, yang juga mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu, sejauh ini pemuda perlu mendalami makna nasionalisme, guna menghadapi budaya global.
“Pemuda harus bisa menjadi harapan bangsa dengan terus membangun karakter kebangsaan yang kuat. Sebagai sosok yang menjadi tumpuan, pemuda juga dituntut lebih sensitif dan peduli dengan masyarakat,” papar Roy.
Kegiatan yang digelar Kaukus Muda Nasionalis itu mengambil tema Peran Pemuda Dalam Pembangunan Kota Solo. Agenda diskusi itu sendiri sengaja digelar bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda. “Acara ini adalah acara yang kedua. Yang pertama kita gelar pada bulan Juli 2009,” ujarnya.
Tujuan diskusi itu, lanjut Roy, untuk mengembangkan tradisi intelektualitas melalui kajian. Serta, mendorong kepekaan terhadap persoalan di masyarakat untuk melakukan sebuah perubahan sosial.
Panitia menghadirkan pembicara Budi Prasetyo (Karang Taruna), Widi (Taruna Merah Putih Surakarta) dan Rahma (Putri Solo 2002). Kaukus Muda Nasionalis berdiri setahun lalu. (ika)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




