KLATEN—Tanaman padi seluas 40 hektare di wilayah Kecamatan Gantiwarno rusak disapu lisus selama dua hari terakhir, Rabu (10/3). Akibat kejadian itu petani setempat harus menanggung kerugian hingga mencapai ratusan juta rupiah karena sudah mendekati masa panen.
Dari pantauan Joglosemar di lokasi, akibat lisus yang menerpa selama dua hari itu, sejumlah pohon juga tumbang. Meski tidak berdampak besar pada aktivitas warga, namun peristiwa tersebut telah membuat sejumlah petani resah.
Kondisi ini dibenarkan oleh Camat Gantiwarno, Dwi Purwanto. Dikatakannya, puluhan hektar sawah yang rusak itu diperkirakan menelan kerugian hingga ratusan juta rupiah. “Para petani masih berusaha menyelamatkan hasil panen yang tersisa. Kira-kira rugi ratusan juta,” ucapnya kepada Joglosemar.
Sementara itu lisus juga mengamuk bangunan Pasar Panggil, Dukuh Dawung, Desa Sawit hingga mengakibatkan aktivitas ekonomi di tempat itu lumpuh total. Sejumlah pedagang yang masih bertahan lebih memilih mengungsikan barang dagangannya ke lokasi yang lebih aman.
Dikatakan Dwi, pasar itu terkena luapan air bah dari Sungai Dengkeng yang melewati wilayah setempat dengan kondisi terparah terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Genangan air mencapai setengah meter.
Pihaknya telah melaporkan situasi terkini kepada Kesbangpol dan Linmas Pemkab Klaten. Staf Potensi Linmas Badan Kesbangpol Linmas Klaten, Eddy Santosa kepada Joglosemar mengatakan pihaknya menekankan kesiagaan pada semua anggota masyarakat. Meski pihaknya juga mengerahkan potensi Linmas yang ada untuk menanggulangi keadaan pascabencana. “Kami menyediakan bak pasir untuk menahan banjir. Selain itu juga menyingkirkan pepohonan yang tumbang,” ujarnya. (lim)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







