SOLO—Pembenahan kualitas Ujian Nasional (UN) tahun ini, terus dilakukan. Ini tampaknya benar-benar menyedot perhatian mayoritas kalangan peduli pendidikan di Kota Surakarta. Hal ini terbukti lahirnya berbagai macam kesepakatan untuk meminimalisasi kuota kecurangan dalam penyelenggaraan UN.
Kepala Disdikpora Kota Surakarta, Rakhmat Sutomo, meyakini dengan adanya pakta kejujuran Ujian Nasional (UN) yang bermodalkan komitmen jujur dan jiwa korsa akan meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Surakarta.
“Dengan adanya komitmen bersama ini, kami harapkan tercipta kondisi dinamis demi suksesnya UN tahun ini. Dari sini mudah-mudahan Kota Surakarta yang mendapatkan predikat Solo Kota Putih dapat dipertahankan,” tegasnya kepada Joglosemar, Sabtu (13/3).
Sejumlah kepala sekolah menyambut baik dengan penandatanganan pakta kejujuran UN tersebut. Hal tersebut ditegaskan pula oleh Ketua panitia UN-UASBN Kota Surakarta, Maskuri, Sabtu (13/3). “Saya hanya berpesan ketika kesepakatan tersebut telah melekat menjadi tanggung jawab bersama, kita semua harus berani bertanggung jawab dari segala risiko yang muncul,” tandasnya.
Dunia pendidikan di negara kita ini tampaknya menduduki rating cukup tinggi dari pemerintahan. Gelontoran dana anggaran sebesar Rp 600 miliar untuk dunia pendidikan tak tanggung-tanggung diberikan. Terkait hal ini, Furqon Hidayatullah selaku perwakilan dari Perguruan Tinggi (PT) yang hadir menanggapi, UN bukanlah hasil akhir namun sebagai parameter dan pemetaan kebijakan guna peningkatan kualitas pendidikan. “Fakta kejujuran UN mubazir ketika secara teknis telah disepakati, namun pengaplikasiannya tidak maksimal. Saya harapkan komitmen ini terbangun secara menyeluruh, dalam arti terbentuk mulai dari jajaran tingkat tertinggi sampai paling dasar,” tegasnya.
Hal senada ditambahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta, Boeddy Soeharto. Boeddy mengemukakan supaya aplikasi pakta kejujuran UN ini benar-benar muncul komitmen dari hati nurani. “UN merupakan tanggung jawab kita bersama, Jadi segala pelaksanaan UN mulai dari persiapan sampai penerimaan hasil, itu semua memang jawaban dari hasil kerja keras bersama. Saya berpesan, ngertio daphukane dhewe-dhewe, karena UN ini sangat dalam maknanya, segala konsekuensi bahkan sangsi pidana siap menjerat bagi siapa pun pelanggarnya,” tandasnya. (bns)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




