PASAR KLIWON (Joglosemar): Insiden antara wartawan dengan petugas keamanan di Masjid Agung terjadi, saat berlangsung Grebeg Besar yang digelar Keraton Surakarta, Jumat (27/11). Fotografer Kantor Berita Antara, Akbar Nugroho Gumay, harus bersitegang dengan Sinto, petugas keamanan itu, gara-gara Akbar tak diizinkan mengambil gambar momentum prosesi Grebeg.
Dari informasi yang dihimpun Joglosemar menyebutkan, saat prosesi gunungan hasil bumi dikirab dari Keraton ke Masjid Agung, Akbar mencoba mengambil gambar dari pagar alun-alun. Saat serius mengabadikan gambar, Sinto melarang Akbar memotret dan meminta turun dari pagar.
“Saya menyayangkan sikapnya yang arogan. Dia meminta saya turun,” terang Akbar kepada Joglosemar, Jumat (27/11). Padahal, menurut dia, dirinya sudah terbiasa memotret momentum Grebeg dari atas pagar.
Perang mulut keduanya tak terhindarkan. Sampai akhirnya, para wartawan yang tengah meliput acara itu meminta mediasi yang melibatkan Pengageng Keraton Surakarta, KRA Winarno Kusumo, KP Edy Wirabhumi, KP Satriyo Hadinagoro. Kemudian seluruh wartawan yang tengah meliput dan Sinto dipertemukan.
Meski Sinto tak terlihat sungguh-sungguh meminta maaf, akhirnya Edy atas nama keraton meminta maaf ke sejumlah wartawan. Wartawan yang hadir dalam pertemuan itu, menyesalkan sikap Sinto yang tak bersahabat.
“Kami sangat menyayangkan ada kejadian insiden ini. Dia segera kami pindah di belakang, tidak di depan, terutama untuk acara-acara besar seperti ini,“ terang Edy Wirabhumi, di ruang pertemuan keraton. (ika)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







