Rabu, 08/09/2010
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com | Baca berita seputar ramadhan pada menu Umum -- Mozaik Ramadhan --

Diperketat demi Kualitas

Senin, 25/01/2010 11:00 WIB -

Saat ini, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) semakin memperketat pengajuan akreditasi Perguruan Tinggi. Sebenarnya, mengapa BAN-PT memperketat pengajuan akreditasi? Berikut ini wawancara reporter Joglosemar, Windy Anggraina dengan anggota BAN-PT sekaligus Pembantu Rektor IV UNS, Prof Dr Adi Sulistyono.

Mengapa peraturan baru mengenai sistem pengajuan akreditasi tahun ini diperketat?
Tujuannya jelas, untuk benar-benar menyaring universitas yang layak mendapatkan akreditasi dan tidak. Untuk tahun 2010 ini, pengajuan akreditasi jauh lebih sulit karena dalam peraturan baru, penilaian yang dilakukan mengacu pada 7 parameter dan 155 komponen penilaian. 
Apa saja yang menjadi dasar penilaian untuk bisa mendapatkan akreditasi?
Pertama, parameter pemberian akreditasi terletak pada rasio jumlah dosen tetap dan dosen tidak tetap. Dalam peraturan baru, jumlah dosen tetap harus lebih banyak dibandingkan dosen tidak tetapnya.
 Selain itu, program studi yang telah mendapat akreditasi harus memiliki data tentang keberadaan alumninya. Baik itu alumni yang telah bekerja atau belum, dan menghitung berapa jumlah alumni yang sampai saat ini masih menunggu masa untuk mendapat panggilan kerja. 
Selanjutnya keaktifan program studi untuk melakukan kegiatan penelitian. Idealnya setiap tahun seorang dosen harus melakukan penelitian.  Dan program studi harus menyiapkan dana  penunjang penelitian setiap tahunnya. Hal lain yang tidak kalah penting, Perguruan Tinggi harus memiliki hubungan kerja sama dengan luar negeri.
Apa yang harus dilakukan agar lolos tes akreditasi?
Perguruan Tinggi harus menyiapkan mutu pendidikan yang baik dan unggul. Selain itu manajemen pengelolaan universitas harus mulai dibenahi agar dapat bersaing. Program studi juga harus menjaga mutu. (***)