Selasa, 22/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Diperjuangkan Ikut Ujian Susulan

Rabu, 24/03/2010 09:00 WIB - bns

SOLO—Koordinator Pengawas SMA, Bambang Munawir mengatakan, tak semua siswa bisa mengikuti ujian susulan pekan depan. Mereka yang absen tanpa keterangan masuk mengikuti ujian nasional (UN) terancam tidak lulus.
“Tak semudah itu siswa memperoleh hak mengikuti ujian susulan. Alasan mereka tidak tepat, yang terpaksa mereka tereliminasi atau tidak lulus. Hal ini kami lakukan karena sudah tercantum dalam prosedur operasional standar UN,” tegas Bambang, Selasa (23/3).
Kendati diperbolehkan mengikuti ujian utama, katanya, mereka tidak diperbolehkan mengikuti UN susulan. Bambang menambahkan, pelaksanaan UN telah ada aturan yang mengaturnya, siswa dinyatakan gugur dalam UN itulah konsekuensi logisnya. Karena aturan telah ada sebelumnya, apa pun bentuk pelanggaran tetap dikenakan sebuah sanksi.
Menurutnya, bagi siswa yang benar-benar izin karena sakit diberikan kelonggaran. Sesuai aturan mereka tetap menunjukkan bukti tertulis yang menyatakan siswa bersangkutan sakit. “Kalau toh ternyata murid tersebut benar-benar sakit, kita memberikan pengecualian namun tetap dengan bukti autentik resmi dari dokter,” katanya.
Terpisah, Ketua Panitia UN Kota Surakarta Maskuri mengatakan akan mengupayakan UN susulan bagi siswa yang tidak hadir dalam ujian. “Akan kita upayakan terlebih dahulu untuk berkoordinasi dan mengecek alasan siswa tak hadir pada UN. Dari hasil evaluasi, akan kelihatan jelas bagaimana nanti tindak lanjut ke depannya,” tegas Maskuri saat ditemui Joglosemar di SMAN 5 Surakarta, Selasa (23/3).
Lancar
UN susulan akan digelar, Senin (29/3) hingga Jumat (2/4), mendatang. Pihaknya belum menentukan sekolah mana yang akan dijadikan lokasi UN susulan. Namun biasanya, tempat yang dipergunakan UN Susulan yakni SMAN 5 Surakarta. Hal ini disampaikannya mengingat naskah soal cadangan sudah disiapkan dan disimpan di sekolah yang sama.
“Demi efektivitas waktu pengawasan, mungkin UN susulan digelar seperti halnya tahun lalu. Pertimbangan lainnya yaitu sedikitnya jumlah peserta ujian susulan, mereka hanya membutuhkan satu atau dua ruang saja,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rakhmat Sutomo menuturkan secara umum penyelenggaraan UN selama dua hari pertama berjalan baik dan lancar. “Kalau ada kesalahan teknis di lapangan, itu hal yang lumrah dan spontan langsung bisa teratasi,” ujarnya.
Berdasarkan data yang diperoleh Disdikpora Kota Surakarta, pada hari kedua UN tercatat sebanyak 97 siswa tidak hadiri UN. Sebanyak 36 di antaranya berasal dari SMA, tujuh siswa dari MA dan 54 lainnya dari SMK. (bns)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :