SEMARANG (Joglosemar): Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, menggagas kebijakan sekolah gratis untuk tingkat lanjutan baik SMA, SMK, maupun Madrasah Aliyah setelah sebelumnya hanya tingkat SD dan sekolah menengah pertama (SMP).
”Sekolah gratis ditujukan bagi siswa yang tidak mampu melanjutkan sekolah ke tingkat lanjutan baik SMA, SMK, maupun Aliyah,” kata Wakil Walikota Semarang Mahfudz Ali di sela-sela acara tatap muka prospek pendidikan Kota Semarang 2010 di Semarang, Rabu (28/10).
Mahfudz mengatakan program sekolah gratis tersebut masih akan dikaji untuk mengetahui jumlah siswa miskin di Kota Semarang, sehingga bisa mengukur kemampuan Pemkot Semarang.
”Kalau Pemkot Semarang mampu, ya jalan dan kalau tidak mampu ya jangan dulu,” katanya.
Mahfudz menambahkan siswa miskin SMA, SMK, dan Aliyah selama ini telah mendapat bantuan dari Badan Amil Zakat. Bantuan tersebut tidak hanya untuk sekolah lanjutan negeri, tetapi juga swasta.
”Atas dasar tersebut, Walikota Semarang Sukawi Sutarip menginginkan Pemkot Semarang yang memberikan bantuan sekolah gratis untuk mereka. Keinginannya tidak hanya untuk sekolah negeri akan tetapi juga swasta. Namun, muncul wacana jumlahnya dananya terlalu besar yakni Rp 300 miliar, sehingga akan dibahas untuk sekolah negeri terlebih dulu,” katanya.
Jumlah sekolah di Kota Semarang yaitu SD negeri 462 sekolah, SD swasta 168 sekolah, sehingga total 630 sekolah. Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri satu sekolah, MI swasta 77 sekolah, total MI 78 sekolah.
SMP negeri ada 40 sekolah, SMP swasta 125 sekolah, sehingga jumlah SMP 65 sekolah. Madrasah Tsanawiyah (MTs) negeri dua sekolah, MTs swasta 30 sekolah, sehingga total MTs 32 sekolah.
SMAN ada 16 sekolah, SMA swasta 60 swasta, sehingga total SMA 76 sekolah. Madrasah Aliyah (MA) negeri dua sekolah, MA swasta 18 sekolah, sehingga total MA 20 sekolah. (ant)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




