Selasa, 22/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Dibayangi Darah dan Kekerasan

Selasa, 13/12/2011 06:00 WIB - Detik | Okezone | Kiki DS

DAMASKUS—Pemerintah  Suriah menggelar pemilihan umum (pemilu) lokal hari Senin (12/12) di tengah kekerasan antara aparat keamanan dan kelompok-kelompok pengunjuk rasa yang  belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Rakyat Suriah memberikan suara di Tempat-tempat Pemungutan Suara (TPS) Kotapraja, yang dibuka pada pukul 08.00 pagi waktu setempat. Pemilu tersebut diikuti oleh 42.889 kandidat yang siap bersaing untuk memperebutkan 17.588 kursi. Sedang pemungutan suara akan ditutup pada pukul 20.00 waktu setempat.
Sayang, menurut seorang petugas keaktifan rakyat Suriah untuk memberikan suaranya rendah. Salah satunya terlihat di satu bagian pusat Damaskus, di mana  hanya 61 pemilih memberikan suara mereka pada jam-jam pertama.
Kondisi ini dipicu salah satunya adalah pertimbangan keamanan, sehingga banyak warga Suriah yang akhirnya lebih memilih tinggal di rumah daripada pergi ke TPS.
Ini terbukti, pada saat pemungutan suara berlangsung, satu kelompok hak asasi manusia melaporkan setidaknya satu warga sipil ditembak mati di provinsi barat laut Idlib oleh pasukan keamanan, yang meluncurkan serangan pagi di wilayah tersebut.
Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris, juga mengatakan bahwa tentara pembangkang dan prajurit reguler bertempur di dua desa Idlib, dan pertempuran serupa berlangsung di provinsi selatan Daraa, tempat lahir rezim anti-gerakan protes.
Sementara para penentang rezim di Suriah meluncurkan serangan umum terbatas pada Minggu, sebagai bagian dari fase pertama kampanye pembangkangan sipil berkaitan tumpukan tekanan terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad untuk mundur.
Tak hanya itu, terkait pemilu yang sedang digelar ternyata tak sedikit warga Suriah yang mengetahuinya, sehingga mereka pun tidak memberikan suaranya.
"Saya bahkan tidak tahu hari ini ada pemilu.Warga di sini menurunkan setiap foto Presiden Bashar al-Assad di jalan-jalan. Jadi mungkin tidak ada foto para calon yang ambil bagian dalam pemilu ini," kata seorang warga Homs kepada stasiun televisi Al Jazeera.
Mengutip BBC, wartawannya di Turki, negara tetangga Suriah, Jonathan Head mengatakan pemilu ini tidak memiliki arti penting bagi Suriah. Sebab di Homs, kota terbesar ketiga di Suriah, tak ubahnya seperti daerah perang.
Kendati demikian, para pejabat mengatakan pemilu kali ini akan lebih jurdil dari beberapa penyelenggaraan sebelumnya, karena diselenggarakan sesuai UU Pemilu baru yang dirancang untuk memperkuat asas desentralisasi, namun oposisi menyerukan boikot.Kantor berita SANA melaporkan Kementerian Dalam Negeri membagikan tinta untuk mencegah pencoblosan ganda.

Detik | Okezone | Kiki DS

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :