Selasa, 22/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Dianiaya Majikan Setiap Hari, Mautik Tewas

Selasa, 27/10/2009 23:37 WIB - dtc, oke, ant

Mautik Hani, tentu bukan perempuan lemah atau penakut. Meski berlatar belakang keluarga miskin dan pendidikan rendah, dia tak menyerah begitu saja pada nasib. Namun, perjuangan perempuan asal Jombang, Jawa Timur itu akhirnya kandas. Dua bulan bekerja sebagai tenaga kerja ilegal di Malaysia, Mautik tewas di tangan majikannya yang kerap menganiaya dirinya di luar batas.
Mautik menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah, Selangor, Senin (26/10), pukul 10.00 waktu setempat. Sebelumnya, dia ditemukan dalam kondisi lemah, tangan dan kakinya terikat tali dan terkurung di dalam WC selama dua hari.  
Mautik ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang pembantu rumah tangga yang didatangkan majikan Mautik untuk membersihkan rumah. Saat itu pembantu tersebut curiga karena mendengar suara ganjil dari kamar mandi, dia pun memergoki kondisi korban yang mengenaskan, kemudian memutuskan untuk melaporkan ke polisi.
Saat ditemukan, kondisi Mautik babak belur. Sejumlah lebam bekas penganiayaan merata di sekujur tubuh. Bahkan, kaki kirinya membusuk karena luka yang tidak dirawat, hingga menampakkan sebagian tulang betisnya. Koran lokal menyebutkan, Mautik dianiaya setiap hari selama dua bulan dia bekerja. Mautik pun dilarikan ke Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah di Kota Klang, Selangor.
Direktur Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah, Ghazali Hasni Md Hassan mengatakan Mautik Hani menderita luka berat, kekurangan gizi, dan dehidrasi. Perawatan intensif sudah dilakukan dengan mengerahkan sejumlah dokter ahli.Tetapi, akhirnya Mautik meninggal dunia.
Siapa majikan kejam itu, hingga kini identitasnya belum diungkap. Demikian juga, apa motif penganiayaan yang di luar batas itu. Namun, Kepala Polisi Selangor, Mohamad Mat Yusop menegaskan, keduanya sudah ditahan. Mereka akan dikenai tuduhan pembunuhan, seandainya penyidikan polisi dan pemeriksaan post mortem pada jenazah korban mengarah pada tindakan tersebut.
Sementara, pemerintah Indonesia bereaksi keras. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar memastikan pihaknya akan menuntut majikan Mautik ke pengadilan.

Upaya lain, pemerintah akan mengupayakan jenazah Mautik bisa segera dipulangkan ke kampung asalnya. Diharapkan Rabu (28/10) besok pemeriksaan autopsi selesai dan jenazah dapat diantar pulang ke Jombang. Muhaimin memastikan akan mengupayakan segala kemudahan yang bisa didapatkannya, agar proses itu berjalan cepat.
Masalah perempuan yang bekerja sebagai tenaga kerja migran, saat ini masih menjadi beban yang cukup pelik bagi pemerintah Indonesia. Di Malaysia saja, terdapat tak kurang dari 294.115 perempuan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Mereka dalam posisi lemah dan menghadapi berbagai tekanan seperti penahanan dokumen oleh majikan, serta tidak adanya jam libur.
Upaya untuk mengangkat hak-hak mereka, sudah beberapa kali dilakukan, namun hasilnya belum memuaskan. Seperti upaya menaikkan upah menjadi 800 ringgit (Rp 2,3 juta) ditentang banyak pihak di Malaysia. Bahkan, Deputi kementerian urusan perempuan, keluarga, dan pengembangan masyarakat Chew Mei Fun mempertanyakan dengan upah baru tersebut, apakah majikan masih dapat menyewa tenaga pekerja rumah tangga dari Indonesia.
“Kalaupun permintaan ini diamini Malaysia, sudah sepantasnya juga ada peningkatan kemampuan dan kualitas tenaga kerja yang bersangkutan,” ujar Chew. Sejumlah pihak di Malaysia memperkirakan, jika gaji pekerja asal Indonesia berstandar tinggi, warga Malaysia terpaksa akan beralih ke tenaga kerja lokal yang bekerja paruh waktu. (dtc/oke/ant)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :