Sabtu, 11/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Dialog Akademik, Penting Itu!

Rabu, 10/03/2010 09:00 WIB - hana/tegar

Hidup tidak akan pernah lepas dari berbagai permasalahan. Banyaknya permasalahan yang timbul, merupakan “bumbu-bumbu” kehidupan yang akan membuat kita lebih baik dan lebih maju, jika kita bisa mengatasi permasalahan tersebut.
Dalam konteks dunia akademik, berbagai permasalahan juga kerap muncul sebagai “bumbu” atas dinamika yang terjadi. Guna mengatasi permasalahan tersebut, tentunya perlu ada semacam wadah yang mampu memberikan solusi agar permasalahan dalam dunia akademik tersebut tidak berlarut-larut.
Salah satu cara untuk mengatasinya adalah melakukan komunikasi, misalnya dengan berdialog. Di beberapa Perguruan Tinggi, penyelesaian permasalahan akademik diselesaikan melalui dialog akademik. Apakah hal ini efektif menyelesaikan permasalahan yang muncul dan memberikan solusi? Atau apakah hanya sebatas rutinitas saja?
”Selama ini, dialog akademik merupakan sarana untuk membahas kekurangan KBM dan kendala-kendala atau masalah mengenai perkuliahan. Melalui dialog akademik, mahasiswa dapat menyalurkan aspirasi dan bersama-sama dengan dosen mengevaluasi kegiatan akademik selama satu tahun. Namun memang belum efektif,”  ungkap mahasiswa Jurusan PPKn FKIP Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Nila Saraswati.
Hal senada diungkapkan, Ayu Prasti W, mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi (USB). Menurutnya, dialog akademik itu penting namun kenyataannya hingga saat ini belum bisa berlangsung efektif. Selain itu, menurutnya hasil dari dialog akademik juga belum bisa sepenuhnya dilaksanakan oleh mahasiswa maupun oleh jajaran birokrasi.
”Memang berbagai permasalahan muncul dalam dialog akademik, mulai dari masalah fasilitas penunjang, masalah administrasi hingga berbagai masalah terkait dosen. Tetapi, hasil yang didapat dari dialog akademik tadi seakan hanya sebatas dialog dan pengungkapan masalah saja. Nah, agar dialog akademik tidak hanya sebatas menjadi arena omong kosong, harus ada pengawasan dan tindak lanjut atas hasil dalam dialog akademik itu,” paparnya.
Evaluasi Akademik
Terpisah, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unisri,  Wahyu Budhianto SSos, MM, mengungkapkan, adanya dialog akademik merupakan sebuah wadah untuk mengetahui dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan akademik yang nantinya hasil dari dialog akademik tersebut akan digunakan sebagai masukan demi menciptakan perbaikan dalam segala lini kehidupan di kampus.
”Dialog akademik adalah sebuah forum mengenai proses kegiatan akademik, antara lain KBM (kegiatan belajar mengajar), pelayanan akademik, proses perkuliahan, hingga KHS. Dialog seperti ini diperlukan untuk mengevaluasi proses kegiatan akademik yang berlangsung demi mewujudkan segala sesuatu yang lebih baik,” katanya.
Wahyu menambahkan, selain berfungsi sebagai sarana pengevaluasian KBM, pelayanan akademik, proses perkuliahan, hingga KHS, adanya dialog akademik juga merupakan sarana untuk menjembatani aspirasi mahasiswa dengan dosen.
”Dalam forum ini, mahasiswa bisa leluasa memberi kritik terhadap proses perkuliahan yang dijalani dan berbagai hal mengenai keresahan yang dialami mahasiswa. Saran dan kritik dari mahasiswa tersebut selanjutnya akan dilanjutkan dengan adanya semacam nota kesepakatan sebagai wujud konkret atas kesepakatan yang dilakukan dalam forum dialog akademik,” katanya.
Agar dialog akademik bisa berjalan dengan baik, lanjutnya, seluruh elemen di dalam kampus harus terlibat. Elemen mahasiswa, dosen dan karyawan hingga pengampu kebijakan di dalam kampus harus hadir. Sehingga, hasil yang muncul dalam dialog akademik bisa menjadi hasil representasi atas semua aspirasi.
”Semua orang bebas menyampaikan aspirasinya. Tidak boleh ada tekanan dari siapa pun dan tidak ada istilah dosen tidak memberikan sangsi ketika mendapat kritikan dari mahasiswa. Ini penting untuk peningkatan atmosfer akademik. Sehingga, dialog akademik benar-benar efektif dan menghasilkan,” pungkasnya (hana/tegar)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :