Selasa, 22/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Di Daerah Perbatasan, Warga Berebut Air Bersih

Selasa, 29/11/2011 06:00 WIB - Fariz Fardianto

WONOGIRI—Anggota DPRD Wonogiri meminta Pemkab mengalokasikan dana untuk memperbaiki sistem saluran air di Tanggaran, Gedong, Pracimantoro. Hal tersebut perlu dilakukan agar warga dapat memperoleh pasokan air bersih dari sumber mata air yang kini diduga disedot warga  Ngrongkop, Gunungkidul, DIY.
Anggota Komisi D DPRD Wonogiri, Novri Roesmono, mengatakan berdasarkan informasi dari warga sekitar, sejak puluhan tahun warga Tanggaran, Gedong, Pracimantoro telah memiliki sumber mata air berukuran sedang. Sumber mata air tersebut yang berada lingkungan desa setempat yang berbatas dengan Ngrongkop, Gunungkidul, DIY.
Namun, seiring berjalannya waktu, diduga sumber mata air yang telah mengering disedot oleh sejumlah warga Ngrongkop, Gunungkidul, DIY dengan menggunakan mesin diesel. “Setelah ditelusuri, ternyata warga Ngrongkop, Gunungkidul selama ini sudah membuat bangunan permanen yang di dalamnya terdapat satu unit mesin diesel dan seorang operator mesin yang bertugas menyedot air bersih dari sumber mata air di Tanggaran,” ujarnya, saat ditemui wartawan di ruang Komisi D DPRD, Senin (28/11).
Kondisi tersebut, kata Novri, mengakibatkan warga  Tanggaran dan Gedong, kesulitan memperoleh pasokan air bersih untuk mengairi areal persawahan setempat serta memenuhi kebutuhan hidup setiap hari.
Demi mencukupi kebutuhan hidup setiap harinya, Novri menambahkan, sejumlah warga di lokasi itu terpaksa menempuh perjalanan puluhan kilometer untuk memperoleh air bersih dari Ngrongkop, Gunungkidul.
Terkait sumber air tersebut, PDAM menyebutkan sumber mata air di Desa Tanggaran, Gedong, Pracimantoro tersebut sudah ada sejak Orde Baru (Orba) yang merupakan salah satu proyek Program Pengeboran Air Tanah (P2AT). Program itu diadakan sebagai solusi kekeringan yang sempat melanda wilayah tersebut. “Kami menilai, dengan adanya peralihan sistem pemerintahan dari Era Orba ke sistem Otonomi Daerah (Otda) seharusnya ada suatu kesepakatan (MoU) baru antara Pemkab Wonogiri dan Gunungkidul agar persoalan ini dapat terselesaikan,” kata Direktur PDAM cabang Wonogiri, Suharno saat dihubungi wartawan via telepon.

Fariz Fardianto

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :