Selasa, 22/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Dewan Syuro Pusat Ikut Turun Tangan

Rabu, 17/03/2010 09:00 WIB - yok

SRAGEN—Kasus dugaan penyunatan dana bantuan sosial (Bansos) yang melibatkan Wakil Ketua DPRD dari kader PKB Alim Suratno, ternyata mulai terendus oleh Dewan Syuro DPP PKB. Bahkan, dalam waktu dekat majelis penasihat tertinggi di tubuh PKB itu akan menerjunkan tim khusus.
“Informasi yang kami terima, Dewan Syuro Pusat akan mengirim utusan ke Sragen untuk menyelesaikan masalah penyunatan dana Bansos yang melibatkan saudara Alim Suratno. Informasi itu kami dapat saat kami berkonsultasi ke Dewan Syuro Pusat kemarin,” papar pengurus Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasiin, Kecamatan Sumberlawang, Ngadiman saat mengawal proses investigasi sejumlah saksi di Mapolres Sragen Senin (15/3).
Nantinya, tim yang dikirim akan dipimpin langsung Ketua Umum Dewan Syuro Pusat, KH Azis Mansyur. Tim inilah yang akan mengusut dan memutus sanksi untuk Alim yang hingga kini tetap bandel dan menolak mundur dari jabatan Wakil Ketua DPRD.  “Kami berharap adanya tim Dewan Syuro ini bisa segera menyelesaikan masalah dana Bansos yang tidak hanya mencoreng citra PKB tapi juga menodai kepercayaan umat ini,” terang Ngadiman.
Menurutnya, sanksi berat layak dijatuhkan untuk Alim mengingat seluruh bukti dan keterangan saksi memang memperkuat adanya penyunatan.
Pernyataan Alim yang menyebut bahwa mencuatnya kasus ini kental bernuansa politis, kata dia, tak lebih dari bualan. Untuk itu, tidak hanya siap bersaksi, dirinya dan beberapa korban juga siap dikonfrontasi dengan Alim untuk membuktikan kebenaran yang sesungguhnya.
“Kalau dia menyebut kasus ini sarat muatan politis karena baru mencuat tahun 2010 sedang bantuannya sudah tahun 2008 itu, kenapa dia baru mengembalikan uang tanggal 13 Januari 2010 setelah kasus ini terbongkar dan sampai kepolisian. Kenapa tidak dari dulu-dulu dikembalikan,”tandasnya.
Sementara, Alim sendiri memilih menghindar saat kepergok wartawan usai menghadiri rapat Komisi, Senin (14/3). Ia juga enggan berkomentar seputar permintaan pengunduran diri yang semakin kencang berhembus dari DPC maupun arus bawah PKB. “Maaf saya harus pergi dulu. Ada undangan penting,” ujarnya sembari bergegas menuju mobilnya.
Sementara, Ketua DPC PKB Mukafi Fadhli mengatakan hingga kini DPC masih menunggu keputusan dari DPW dan DPP perihal desakan penarikan atau recall. Keputusan DPW dan DPP inilah yang diharapkan dapat menjadi senjata pamungkas untuk menghentikan sikap mbalela Alim yang tidak pernah mengindahkan instruksi dari DPC. (yok)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :