Selasa, 22/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Desain Eksklusif, Konsumen Berdatangan

Selasa, 23/03/2010 09:00 WIB - Kiki Dian Sunarwati

Tren fashion di Kota Solo semakin menarik untuk diamati. Sebab kurun waktu beberapa tahun, tren fashion tersebut tumbuh dan berkembang dengan pesat. Merangkul setiap generasi dan lapisan masyarakat. Maka tak mengherankan bila pada akhirnya bisnis ini menjadi bisnis yang menggiurkan karena memberikan prospek yang menjanjikan.
Fashion beragam jenisnya, bila menilik dari sebuah momen, pemakaian dan juga situasi yang ada. Saat ini  di Solo yang sedang naik daun adalah gaun pesta.
Berbicara tentang fashion, tak akan bisa dilepaskan dari  ujung tombaknya yakni seorang desainer atau perancang busana. Sebab, dari ide dan pemikirannya yang lantas dituangkan dalam sketsa gambar, diaplikasikan dalam kain dan jahitan akan menjadi hasil dan produk yang luar biasa untuk ditawarkan kepada konsumennya.
“Pertumbuhan  gaun khususnya gaun pesta di Solo memang lebih trendi dan beragam sekarang. Dulu sekitar tahun 2005 belum seperti ini. Tentunya ini didorong dari keinginan setiap orang untuk mempercantik dirinya” jelas Mety Choa, salah satu designer andal sekaligus pemilik Wedding Bell.
Maraknya berbagai gelaran pesta maupun event di Kota Solo, pada akhirya memang memaksa setiap orang untuk tampil dan memberikan yang terbaik bagi dirinya sendiri. Alhasil, kadang berapapun nilai materi atau uang dengan mudah akan mereka keluarkan untuk meraih tujuan tersebut. Masayarakat pun ingin tampil wah dan eksklusif.
“Design saya memang eksklusif, limited dalam arti, satu design hanya untuk satu gaun. Sehingga tidak bisa diulangi lagi. Ini menjadi keunggulan. Jadi bila ada klien yang menginginkan sama plek, pasti nantinya akan saya bubuhi dengan sesuatu yang berbeda, tidak boleh sama. Sebab ibaratnya saya itu sudah menjual design saya,” tandasnya.
Sesuaikan Budget
Bagi pemilik Wedding Bell, exclusive bridal dan evening gown, selama ini klien yang mempercayakan dirinya untuk membuat gaun sudah tak terhitung dengan jari. Pasti menjadi kebanggaan tersendiri. Di Solo saja, setidaknya 70 Persen , kliennya didominasi oleh mereka yang berumur 24 tahun hingga 45 tahun, sedang sisanya adalah anak –anak dan di atas usia 45 tahun ke atas. Jumlah ini akan semakin bertambah  dari klien di luar negeri yang biasanya mempercayakan design gaunnya bila telah merasa cocok, nyaman dan ibaratnya Witing Tresno jalaran kulino.
Menerapkan harga yang terbilang variatif yakni menyesuaikan dengan budget yang dimiliki oleh sang klien. Dari minimal 2 juta hingga tak terhingga, menjadi sebuah penawaran  yang tentu saja menggiurkan para klien. Kendati demikian bentuk dan ukuran badan yang berbeda akan turut mempengaruhi harga itu.
“Semua profesi itu pasti ada kendalanya. Nah, bagi designer mungkin kendala yang harus dihadapi adalah  bentuk badan setiap orang yang berbeda. Harus membutuhkan ketelaten juga, sebab kita berhubungan pula dengan karakter yang juga beragam,” tandasnya. (Kiki Dian Sunarwati)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :