Selasa, 22/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Dari Bioskop Mini hingga Lereng Lawu

Jumat, 30/12/2011 06:00 WIB - Sri Ningsih | Deniawan Tommy Chandra W

Acara pergantian Tahun Baru menjadi acara yang dinanti-nanti. Tak sedikit orang yang rela menyiapkan jauh-jauh hari untuk merayakan pergantian malam tersebut. Karena kota Solo sendiri menawarkan beragam acara dalam mengisi malam Tahun Baru.
Mulai dari menyaksikan konser dari para artis papan atas seperti Glen Fredly di Hotel The Sunan, Geisha di Diamond Convention Center atau menikmati pentas seni dengan bebas asap kendaraan di Car Free Night. Jika acara tersebut penuh dengan keramaian, ada beberapa  cara menikmati pergantian malam Tahun Baru di tempat yang tenang.
Seperti halnya menikmati film di bioskop mini. Di kota Bengawan ini, mini bioskop memang masih jarang dijumpai, pasalnya bisnis hiburan ini masih kalah bersaing dengan bioskop jaringan Cineplex. Bioskop mini ini tetap memiliki daya tarik, di antaranya  para penikmat film tak perlu menunggu antrean berjam-jam dan berdesak-desakan untuk mendapatkan tiket. Selain itu penonton bisa secara langsung memilih yang ingin ditonton dan film yang ditawarkan pun lebih banyak.
Seperti halnya bioskop mini di Solo Move yang terletak di daerah Manahan ini. Di lobi depan Solo Move terdapat satu monitor untuk para pengunjung bisa memilih daftar film yang ingin ditonton. Bedanya di sini tersedia banyak sekali film pilihan bahkan sampai ribuan film, jenisnya sangat bervariasi dari film komedi, aksi  drama, hingga horor bisa dipilih sesuai dengan selera.
Aditya Maryo, staf service Solo Move, mengatakan, para penikmat film di bioskop ini rata-rata memilih horor Thailand atau film-film drama asal Korea. Mereka jarang yang memilih film garapan negeri sendiri. “Orang mengatakan kalau melihat film horor Thailand fobia ketakutannya lebih terasa jika dibandingkan dengan film Indonesia,” kata Aditya.
Bisnis hiburan yang telah ada sejak tiga tahun ini, ternyata tak pernah sepi dari kunjungan para penggila film, “Kalau hari-hari biasa bisa sampai empat puluh lebih yang nonton, apalagi kalau hari Jumat, Sabtu, Minggu selalu penuh room-nya. Jika liburan seperti sekarang, waktu  siang pun sudah ada yang nonton dari para pelajar,” ujar dia.
Banyak Pilihan
Di dalam theater mini ini, pengunjung bisa mengajak teman ataupun family untuk bersantai sambil menonton dengan fasilitas sofa empuk dan dilengkapi dengan AC. Jika ingin menikmati film sambil tiduran di dalam theater tersebut juga disediakan bantal dan karpet agar menonton lebih santai.
Mini bioskop ini menyediakan sembilan teater dengan kapasitas maksimal delapan orang. Bioskop jenis ini juga mempermudah bagi penonton yang berkeinginan untuk menikmati film secara privasi. “Ada juga orang yang ingin menonton film secara privat, biasanya film-film yang memiliki kenangan tersendiri mungkin dengan orang terkasih,” ungkap Deby W Herlambang staf service, Solo Move.
Hal serupa juga didapati pada bioskop mini EnE yang berada di Jalan Hasanudin 52 Solo. Meskipun di sini hanya memiliki dua theater, bioskop mini yang satu ini menawarkan keunggulan fasilitas film tiga dimensi (3D).
“Di Solo penggemar film cukup lumayan, selain itu di sini juga masih jarang ada hiburan nonton yang dilengkapi dengan fasilitas 3D,” jelas Chandra Adi, staf service EnE
Alternatif lain untuk meluangkan waktu Tahun Baru dengan nuansa alam di lereng Lawu. Banyak tempat wisata alam di lereng Gunung Lawu yang aman, dan nyaman bisa dijadikan sebagai tempat istimewa untuk menyambut terbitnya matahari 2012. Seperti misalnya di wilayah wisata air Telaga Madirdo, dusun Telogo, Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar ataupun candi-candi di lereng Lawu.
Lereng Lawu
Di Telaga Madirdo bisa mendirikan tenda di pinggiran telaga. Atau jika malas tidur di alam terbuka, banyak vila dan cottage yang tersedia. Soal biaya tak perlu terlalu khawatir, karena di sana semua bisa dikompromikan.
Telaga Madirdo menyajikan pemandangan alam yang luar biasa, mulai dari telaga yang airnya jernih dan segar yang langsung berasal dari sumber pegunungan, hingga wisata sejarah. Di sisi selatan hingga ke barat, bisa menyaksikan deretan perbukitan Gunung Purung, dan di wilayah timur anda bisa melihat indahnya puncak Argo Tiling, deretan puncak Gunung Lawu.
Hari Mulyatno, budayawan asal Karanganyar menjelaskan sebenarnya ada tiga zona pariwisata di Lawu. Yaitu zona puncak yang merupakan wilayah wisata petualangan dan spiritual, zona lereng yang merupakan wilayah wisata alam dan ilmu pengetahuan, dan zona kaki yang merupakan wilayah wisata seni dan budaya.
“Ketiga-tiganya menyimpan keunikan karakter masing-masing, dan potensi wisata yang luar biasa. Belum lagi sisi kearifan lokal yang masih murni, seperti ritual adat dan kesenian tradisional khas lereng Lawu,” jelasnya.

Sri Ningsih | Deniawan Tommy Chandra W

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :