BOYOLALI—Karena alokasi anggaran minim, KPUD Boyolali hanya akan melangsungkan satu kali debat calon dalam Pilkada mendatang. Padahal dalam UU Nomor 69/2009, disebutkan dalam masa kampanye debat calon diselenggarakan lima kali.
”Karena anggarannya terbatas, kami hanya mampu melangsungkan satu kali saja untuk debat calon,” ungkap Ribut Budi Santoso, Ketua KPUD Boyolali, Kamis (11/3).
Meskipun hanya satu kali debat calon digelar, Ribut berharap para calon bupati (Cabub) dan calon wakil bupati (Cawabub) dapat menyampaikan visi misinya secara optimal. Sehingga masyarakat dapat mengetahui calon pemimpin mereka yang terbaik.
Debat calon itu sendiri menurut Ribut merupakan kali pertama dalam ajang Pilkada di Boyolali. Pada Pilkada sebelumnya, yakni lima tahun yang lalu, tidak ada debat calon. Sehingga untuk kesiapan debat calon ini, pihaknya juga menjalin komunikasi dengan masing-masing tim sukses pasangan calon.
Komunikasi tersebut terutama untuk menentukan waktu pelaksanaan debat calon yang tepat. Selain debat calon, menurut Ribut masing-masing pasangan calon juga akan diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi misi mereka di dalam rapat Paripurna di DPRD Boyolali.
Sementara itu, terkait jumlah tempat pemungutan suara (TPS), terjadi pengurangan TPS dari rencana semula. Jika jumlah semula 1.692 TPS ditambah lima TPS khusus, total 1.697 TPS, saat ini KPUD Boyolali menetapkan hanya 1.693 TPS. (ono)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







