SOLO (Joglosemar): Kabar duka kembali menghinggapi dunia seni pewayangan Surakarta. Dalang kawakan KRT Yohanes Tristuti Rachmadi Suryosaputro (70) tutup usia pada Kamis (29/10) malam. Dalang senior kelahiran Purwodadi tersebut semasa hidupnya terkenal dengan kepakeman dan tidak neko-neko dalam tradisi wayang kulit.
Semasa hidupnya, Tristuti biasa ia disapa merupakan teladan bagi para dalang kondang saat ini seperti Ki Anom Suroto, Ki Mantep Sudharsono dan lainnya. Sebelum meninggal dalang yang sempat dilarang pentas di masa orde baru itu sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Solo.
Di kediamannya di Jalan Rinjani Timur III/27, RT 04/RW 19 Mojosongo, Jebres, Solo, almarhum dimakamkan di pemakaman Katholik Pucangsawit, Solo. Tristuti meninggalkan seorang istri, Maria Tristuti dengan delapan anak serta sebelas orang cucu.
“Semasa hidup Yohanes Tristuti Rachmadi Suryosaputro merupakan sosok dalang yang tidak banyak tingkah, orangnya sangat santun dan bersahaja. Dia sangat peduli sekali akan kepakeman tradisi wayang kulit, mungkin cara itulah yang membuat beliau menjadi teladan serta sosok yang disegani dalam dunia pedalangan terutama di Kota Solo,” tutur salah satu kerabat dekat almarhum, Ki Sayoko Gondho Saputra yang juga seorang dalang dari Klaten kepada Joglosemar. (bns)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







