Jumat, 10/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Concern pada Rakyat Kecil

Jumat, 12/02/2010 11:00 WIB - Rachmadhani Fitriastuti

Selama 34 tahun bergulat dengan proyek perumahaan kelas menengah ke bawah membuat seorang Suhadi menjadi orang yang memiliki perhatian besar terhadap kebutuhan rumah masyarakat kecil. Ia pun sangat miris melihat susahnya para pekerja di sektor informal mengajukan kredit perumahan.
Sebelum akhirnya bekerja di Era Athaya, Suhadi memang tercatat sebagai pegawai Perum Perumnas. Di sinilah ia banyak melihat kenyataan hidup susahnya orang kecil untuk bisa memiliki rumah pribadi. “Kebanyakan yang saya tangani memang perumahan sederhana. Saya juga sering membantu pengajuan kredit sehingga bisa merasakan suka duka orang berpenghasilan pas-pasan yang ingin beli rumah,” ujarnya pada Joglosemar, Kamis (11/2).
Inilah yang membuat Suhadi sangat concern terhadap kebutuhan perumahaan masyarakat kecil. Menurutnya hingga saat ini masih banyak kelompok masyarakat yang belum terpenuhi kebutuhan rumahnya. Mereka adalah orang yang tidak memiliki penghasilan tetap (fix income). Dengan tidak adanya penghasilan tetap, membuat tidak mungkin mengajukan kredit perumahaan ke bank.
”Mereka ini termasuk orang-orang yang belum bankable. Padahal syarat utama untuk pengajuan kredit adalah harus memiliki penghasilan tetap setiap bulannya sehingga ada jaminan cicilan,” tutur Hadi.
Penjamin Kredit
Hadi menuturkan ini adalah salah satu masalah besar yang harus dituntaskan pemerintah. Karena bagaimana pun juga rumah menjadi kebutuhan utama bagi setiap orang, sekali pun dia tidak berpenghasilan tetap.
”Kalau orang yang punya usaha dagang atau warung mungkin masih punya NPWP untuk memberikan kepastian penghasilan. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang bekerja sebagai tukang batu atau freelancer, mau menjamin dengan apa,” tegasnya.
Hadi menyadari bahwa pihak bank tidak mungkin mengambil risiko dengan sembarang memberikan kredit perumahaan. Dengan demikian peran pemerintahlah yang dibutuhkan di sini. Peran pemerintah bisa diwujudkan dalam hal regulasi, program perumahan, atau pun memposisikan diri sebagai penjamin kredit masyarakat kecil.
”Pemerintah seharusnya bisa mengambil langkah cepat, karena setiap tahun harga tanah terus naik. Ini tentu akan semakin memberatkan karena secara otomatis harga rumah pun akan ikut-ikutan naik,” ujar pria berusia 57 tahun ini. (Rachmadhani Fitriastuti)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :