BOYOLALI—Menyusul isu akan terjadi lagi tawuran pelajar setelah Ujian Nasional (UN), pihak SMK Muhammadiyah 4 berupaya mengantisipasinya dengan membersihkan coretan-coretan provokatif yang berbunyi “X-Barkap BBM Siap Tempur” di berbagai tempat di Boyolali.
Pembersihan itu dilakukan di sejumlah tempat, di antaranya di SMK Negeri 1 Mojosongo, SMK Ganesha Tama Boyolali, SMP Negeri 2, SMK Karya Nugraha, SMP N 6. Kemudian juga di depan swalayan Galaxy dan tembok pagar kantor DPRD setempat. “Yang di sekolah-sekolah sudah kami bersihkan. Sementara yang ada di depan Galaxy dan tembok pagar DPRD juga akan kami bersihkan,” ungkap Dwi Astanto, Wakil Kepala SMK Muhammadiyah 4 Boyolali di sela-sela pembersihan di Taman Kota Kridanggo, Selasa (30/3).
Astanto mengakui, pihaknya juga mendengar adanya isu yang menyebutkan akan terjadi bentrok lagi antara siswa sekolahnya dengan sekolah lain yang terlibat tawuran antarpelajar kemarin.
Sehingga untuk meredam itu, pihaknya turun tangan dengan membersihkan coretan-coretan yang berbau provokatif tersebut. Pasalnya, dari pemeriksaan internal di sekolahnya, dia belum menemukan siswa yang mengaku melakukan perbuatan corat-coret tidak bertanggung jawab.
Kecurigaan
Pemeriksaan itu bahkan juga dilakukan kepada siswa-siswa yang berasal dari Kecamatan Musuk. Hal itu karena adanya tulisan BBM atau yang berarti “bocah-bocah Musuk”. Namun hasilnya menurut dia masih nihil.
Sehingga ada kecurigaan tulisan itu sengaja dibuat untuk memprovokasi para pelajar. Diharapkan dengan penghapusan tulisan-tulisan itu, dapat meredam dan tidak terjadi gejolak permusuhan lagi di antara para pelajar. Tulisan yang menggunakan cat semprot itu dituding menjadi biang kerok penyebab tawuran antar pelajar SMK di Boyolali, yakni antara SMK Ganesha Tama dengan SMK Muhammadiyah 4.
Untuk membersihkannya, harus menggunakan ampelas dan bensin. Seperti yang diketahui, tulisan X-Barkap (barat kabupaten) merujuk pada SMK Muhammadiyah 4 yang memang letaknya di sebelah barat kantor Kabupaten Boyolali.
Tulisan itu diduga yang menyebabkan tawuran antarpelajar menjelang pelaksanaan UN tingkat SMA/sederajat lalu. Tawuran terjadi setelah siswa SMK Ganesha Tama dan SMKN 1 Mojosongo menggeruduk SMK Muhammadiyah 4 dan terjadi saling lempar batu, Kamis (18/3). Kejadian itu terulang pada Jumat (19/3). (ono)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




