Jumat, 10/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Cegah Sikap Anarkis

Senin, 08/03/2010 09:00 WIB -

Perilaku anarkis rupanya tengah menghinggapi masyarakat. Sabtu malam, di Kota Solo dikejutkan dengan aksi sejumlah orang dari klub motor yang melakukan pengeroyokan terhadap petugas Satlantas Poltabes Surakarta. Tak hanya itu, mereka juga melakukan perusakan terhadap Gedung Bhayangkari Poltabes. Aksi-aksi anarkis serupa semacam itu, beberapa waktu terakhir ini juga sering kali berlangsung di masyarakat.
Tentu ini menjadi keprihatinan kita bersama. Aksi anarkis menjadi pilihan masyarakat untuk melampiaskan kemarahannya. Kita tidak menginginkan perilaku anarkis kemudian menjadi budaya yang sengaja melekat pada sebagian anggota masyarakat kita.
Kerumunan massa atau mereka yang tergabung dalam kelompok tertentu sering kali mudah tersulut aksi anarkisnya. Jika perilaku aksi anarkis dibiarkan tumbuh di masyarakat, maka ini akan menjadi momok dan sumber instabilitas di masyarakat.
Contoh anarkis juga ditunjukkan oleh para mahasiswa yang melakukan aksi di Makassar dan sejumlah kota yang lain. Yang lebih buruk lagi aksi anarkis ditunjukkan dengan terbuka oleh aparat penegak hukum yakni oknum polisi yang merusak Kantor Sekretariat HMI di Makassar dan melakukan pengeroyokan terhadap seorang mahasiswa. Bahkan secara terbuka aksi anarkis juga terlihat di Gedung DPR RI saat berlangsungnya Sidang Paripurna DPR RI membahas kesimpulan akhir kasus Century.
Bahkan secara tidak langsung, pemerintah juga melakukan aksi anarkis kepada masyarakat lewat-lewat kebijakan-kebijakan yang semena-mena tanpa melihat kepentingan rakyat. Misalnya, penggusuran yang dilakukan dengan kekerasan, keputusan-keputusan hukum yang “menindas” masyarakat kecil dan lain sebagainya.
Makanya aneh mana kala Mendiknas Muhammad Nuh prihatin dengan aksi anarkis yang dilakukan kalangan mahasiswa dan kemudian mengimbau kepada mahasiswa agar tidak anarkis dengan menjaga etika. Secara formal, imbauan ini baik. Tapi menjadi sangat kontradiktif dengan contoh-contoh yang dilakukan pejabat baik legislatif dan eksekutif untuk yang juga banyak berperilaku anarkis.
Karena itulah, agar perilaku anarkis ini tidak menghinggapi masyarakat dan tidak menjadi budaya maka yang diperlukan bukan hanya imbauan belaka. Melainkan juga butuh tauladan. Imbauan akan sangat dihargai mana kala juga bisa menunjukkan kepada masyarakat adanya contoh sikap-sikap anti anarkis. Adanya pembiaran akan protes dan aspirasi yang muncul di masyarakat juga menjadi pemicu munculnya aksi anarkis dari masyarakat. Karena itulah, penghentian sikap anarkis harus muncul dari masyarakat itu sendiri maupun dari pihak-pihak yang memiliki otoritas. (***)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :